Thursday, February 28, 2008

Senin di Pengadilan Jaksel

Senin (25/2) jam9 pagi, ketika sedang melamun di kelas Anum, dapet sms dari Ipur. Dia minta saya untuk membawa Danu ke tempat pengacaranya. Ternyata Danu juga lagi Anum, ya sudah kita berangkat jam10 bareng Kamal juga.

Pas di kantor pengacara, saya dan Kamal diminta menunggu. Mereka bertiga (Pak Aat, Ipur, dan Danu) bikin 'konspirasi' buat sidang siang ini. Karena lumayan lama, akhirnya saya dan Kamal malah sharing rencana masa depan. Sama-sama sudah sistematis dan tertulis. Lumayan saling menginspirasi dan berbagi visi.

Ipur dan Danu sudah keluar dari peraduannya. Sepertinya mereka sudah siap untuk sidang yang dijadwalkan berlangsung jam11. Sampai di pengadilan ketika melihat jadwal sidang di papan, tidak ada nama Ipur. Cukup lama menunggu disana sampai akhirnya sidang benar-benar dimulai sekitar jam15.


Bad Previous

Tepat sebelum sidang Ipur dimulai, berlangsung sidang dengan tiga orang terdakwa. Mereka terbukti memiliki, memakai, dan mengedarkan ganja. Jaksa menuntut 1 tahun 2 bulan. Dengan kebijaksanaannya hakim memvonis mereka bertiga masing-masing 9 bulan penjara. Seketika itu pula ketiga orang terpidana tersebut sujud. Seperti Sujud syukur. Mungkin mereka puas dengan apa yang diputuskan hakim.

Saya jadi merinding sendiri. Bagaimana dengan Ipur? Dia dituntut 5 tahun penjara atas dakwaan melakukan kelalaian yang merugikan orang lain. Namun, saya cukup merasa tenang karena sebelum sidang berlangsung semua orang yang terkait dalam sidang sudah berdiskusi. Ipur yang nanti sebagai terdakwa. Danu dan Mas Bowo sebagai saksi. Mr M sebagai saksi, korban, dan tentunya pelapor. Aduh jaksanya lupa lagi namanya. Yap, semuanya sudah berdiskusi.

Intinya kita semua sepakat bahwa sebenarnya perkara ini tidak perlu dibawa ke pengadilan. Semuanya salah paham karena masalah miskomunikasi. Sudah janjian juga apa yang akan disampaikan nanti. Mr.M sepertinya akan memaafkan Ipur dan tidak memberatkan. Jaksanya juga masih muda, asik, dan bijaksana dalam memandang perkara ini. Ayo OPITMIS.

The moment comes








Ini dia jagoan kita.
Terlihat tenang dan pasrah. Yang tengah adalah Danu, Mr.M, dan Mas Bowo yang sedang diambil sumpahnya sebagai saksi. Yang kanan adalah jaksa.

Saksi I : Mr.M - Dia tidak bohong, dia hanya tidak mengatakan yang sebenarnya.
Saksi II : Mas Bowo - Keterangan yang benar-benar berarti.
Saksi III : Danu - Serba tidak tahu

Saya bingung apakah harus menceritakan semuanya disini. Setelah mendengar keterangan dari para saksi sidang ditunda selama sepekan untuk mendengar pembelaan dari terdakwa.

Saya masih tidak habis pikir dengan apa yang dengar dari keterangan saksi pertama. Sebelum sidang seolah-olah dia telah memaafkan Ipur dan menginginkan perkara ini cepat selesai. Namun, keterangannya saat sidang benar-benar memberatkan.

Setelah sidang, kami sempat evaluasi. Saya merasa Mr.M belum sepenuhnya memiliki i'tikad baik untuk memaafkan Ipur dan menginginkan kasus ini happy ending. Hal ini diaminkan oleh Fahmi FH'05 (teman SMA Ipur). Ipur juga bingung, mulai panik namun tetap terlihat pasrah. Kamal lebih memilih bersikap bijak. "Mungkin memang dia hilang ingatan". Sulit memang bersikap bijak dalam kondisi seperti ini. Danu no comment. Sepertinya serba ga tahu lagi.

Menanti Sidang Pamungkas

Tak terbayangkan rasanya kalau nanti Ipur divonis bersalah apalagi sampai harus di penjara. Namun, apa yang bisa saya lakukan? Tidak bisa bantu banyak soal dana, apalagi intervensi pengadilan.

Paling hanya memberi dukungan moral. Dukungan moral juga diberikan oleh Bu Yova. Beliau, yang merupakan PA dari Ipur, turut hadir dalam sidang. Iya Pur, paling Chandra cuma bisa memberikan dukungan moral.

Kalau cuma harus dibayar dengan bolos kuliah, itu mah ga masalah lah. Walaupun 4 MK dan 8 sks, berat sih, tapi insya Allah bisa dikejar lah. Kuliah bisa dikejar tapi kasus ini tidak. Anum bisa belajar sendiri, dari pada di kelas cuma bengong. Grafkom belajar sama yang Jago dah. PPL, sorry nih team SILIKON, gantiin PM dulu di kelas. JST, nanti privat sama om Bram aja, kan nilai vektor wajahnya ada di ruang yang sama. Hehehe...

Persaaan saya, sidang berikutnya (Senin, 3/3) merupakan sidang pamungkas. Agenda utama pembelaan dari terdakwa. Menurut saran dari Konsultan Hukumnya Ipur, ternyata jumlah yang hadir juga penting karena akan mempengaruhi kebijaksanaan hakim dalam memberikan vonis. Mudah-mudahan ini sekali seumur hidup. Jadi yang bisa menyiasati kuliah dan ingin membantu Ipur saya rasa ini moment yang tepat.

Dateng yuks...

Thursday, February 14, 2008

Thanks God For Thursday

Semester ini pertama kalinya gw nge-drop mata kuliah (MK). Sebelumnya, gw ngisi IRS dan ga pernah mengutak-utiknya lagi, terlebih kalau sudah disetuji PA. Kali ini memang beda. Hanya ada 3 MK wajib yang bisa diikuti (Anum, PPL, Grafkom) dan sepertinya tidak ada MK wajib lain yang bisa disodok. Jadi memang kombinasi pilihan untuk mendampingi 3 MK wajib di semester ini sangat banyak.

Research or Business

Gw melihat, secara umum berbagai MK pilihan bisa dikelompokkan, berdasarkan tujuannya, menjadi dua golongan besar yaitu bisnis dan riset. Tentunya kedua hal tersebut sama-sama di bidang TI. MK yang berbasis bisnis itu seperi Adbis (Administrasi Bisnis) dan MSI (Management Sistem Informasi). Nah, kalau yang berbasis riset itu seperti berbagai MK Topik Khusus. Tak kurang dari enam topik khusus seperti JST (Jaringan Saraf Tiruan) dan Grid Computing ditawarkan semester ini.
Ahh.. bingung mau milih mana. Riset atau bisnis? Bisnis atau riset? Awalnya untuk melengkapi 3 MK wajib gw ngambil Adbis, MSI, JST, dan Grid. Jadi rata dua berbasis bisnis dan dua berbasis riset. Semuanya 3 sks, jadi totalnya 21 sks.
Inget Komitmen

Tiga hari menjelang batas akhir pengisian, IRS gw belum juga disetujuin. Emang sih bermasalah dengan jadwal yang bentrok. Mungkin ini masalahnya. Ya sudah dikonfigurasi lagi. Ubah IRS: Grafkom pindah kelas, dengan demikian Anum dan PPL juga harus pindah kelas karena posisi di kelas 'favotirnya' udah jauh diatas kapasitas kelas.

Entah mengapa disela-sela konfigurasi berulang-ulang, tiba-tiba status IRS sudah disetujui. Bu Dina does it. Beliau menggantikan peran Pak Jhoni selaku PA. "Ok IRS kamu saya setujui. Selamat Belajar". Demikian comment beliau yang gw lihat di bawah jadwal IRS. Posisi saat itu masih 22 sks dengan komposisi Anum, PPL, Grafkom, Adbis, CIS, JST, dan CL. CIS merupakan MK yang gw tunggu-tunggu. Kirain ga ada ternyata munculnya telat. CL sendiri tertarik karena sepertinya akan se'menarik' MD dan Metfor.

Tiba-tiba gw kembali ingat bahwa gw sebisa mungkin tidak mengambil lebih dari 20 sks. Diluar kuliah, banyak hal yang harus dipelajari, banyak amanah yang harus dijalankan, dan banyak target yang harus dicapai. Ga usah terlalu ngoyo, nanti bisa merusak semuanya. Ingat komitmen untuk lulus tidak lebih dari empat tahun dengan IP lebih dari 3.5. Yap, ingat komitmen untuk bisa cumalude. Selama secara matematis peluang itu belum tertutup, gw tidak akan main-main dengan kuliah.

Dengan berat hati, akhirnya drop Adbis dihari pertama kuliah. Yap, iniliah final MK yang akan gw jalani semester genap 2007/2008 ini.

  1. Analisi Numerik a.k.a Anum
  2. Grafika Komputer a.k.a Grafkom
  3. Kriptografi dan Keamanan Informasi a.k.a CIS
  4. Proyek Perangkat Lunak a.k.a PPL
  5. Logika Komputational a.k.a CL
  6. Jaringan Saraf Tiruan a.k.a JST
Semuanya 3 sks kecuali CL yang 4 sks. Jadi total gw menjalani 19 sks semester ini.

Thanks God For Thursday

Ada hal yang menarik pada jadwal dengan konfigurasi MK diatas. Selasa cuma kuliah CL jam13-14.40. Yang paling spesial adalah kamis libur. Baru pertama kalinya selama kuliah di fasilkom.

Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Ini begitu istimewa. Mengapa? Bagi sebagian besar orang Jumat-Sabtu-Minggu adalah weekend, waktunya bersantai, dan istirahat. Namun buat gw, tiga hari tersebut adalah hari-hari yang padat tak ubahnya seperti Senin-Kamis atau bahkan lebih berat. Jadi libur di hari kamis bagaikan OASE ditengah padang pasir kehidupan yang keras dan panas dengan berbagai aktifitas.

Kan enak tuh bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan dihari lain pada pagi hari atau bahkan seharian. Misalnya service motor, perpanjang SIM dan STNK, nyuci baju, lari pagi atau bahkan main badminton dari rabu malam sampe kamis shubuh sama anak-anak di rumah. Hmm...yang terpenting sih bisa bed rest dan mempersiapkan untuk hari jumat-sabtu-minggu biar performancenya bagus. Maklumlah melankolis.

Tentunya ini juga sedikit harus dibayar di hari senin dan rabu. Khususnya, hari senin, gw kuliah dari jam8 sampe jam17 atau lebih tepatnya 8 x 50 menit. Ya.. mudah-mudahan bisa memanfaatkan kondisi ini untuk meningkatkan kinerja, prestasi, dan tak lupa keberkahan dari Allah.
Amin

Thursday, February 7, 2008

Hidup Lagi...

Hah... setelah memutuskan diri untuk sejenak istirahat dari berbagai aktifitas di 'dunia persilatan' ternyata Life Journey (blog ini) juga ikutan istirahat. Terhitung sejak tanggal 28 Januari sampai 7 Februari 2008 blog ini tidak dapat diakses. Jadi maaf buat teman-teman yang coba berkunjung, namun tidak menampilkan halaman yang diinginkan.

Saya sendiri tidak mengetahui penyebab tidak dapat diaksesnya blog ini dalam rentang waktu tersebut. Saya tidak tidak mau ambil pusing, mungkin ini hanya sementara. Selama itu saya lebih sering memaintance Life Style.

Namun, lama kelamaan kangen juga untuk kembali menuliskan perjalanan hidup yang penuh dengan warna-warni. Kadang melewati hari yang menyenangkan, tapi kadang juga begitu menyebalkan. Kadang menemukan jati diri melalui percikan hikmah yang diambil dari setiap kejadian, tapi kadang juga kehilangan orientasi hidup karena lelahnya melewati hari.

Ya.. itulah hidup. Naik dan turun. Sangat dinamis. Terkadang kita menjadi seorang pemenang, namun besoknya menjadi pecundang. Ada hal-hal yang berada dalam kendali kita dan ada pula hal yang tidak bisa kita kendalikan (ngomong apa sih?..).

Orang-orang besar adalah orang-orang yang bisa memaknai hidup sebagai sebuah perjuangan. Tidak pernah terlena saat berada diatas, dan tidak pula bersedih hati ketika berada di bawah. Selalu berpikir positif. KEEP ON FIGTING!