Thursday, December 27, 2007

The 6th Tafakur Alam - Beautiful Scenery

Hari ini (25/12) saya mengikuti kegiatan TA (Tafakur Alam). Sebuah acara tahunan (liburan semester ganjil) yang diadakan Rohis SMA 14 di Puncak. Disamping bisa menikmati pemandangan kebesaran Allah, TA memberikan manfaat luar biasa. Pemandangan sekitar puncak yang memesona dapat merefresh suasana hati. Muatan seperti QL, muhassabah, kajian, Training Motivasi, dan outbond benar-benar memperkuat ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah.

TA kali ini merupakan TA yang ke-6 bagi saya. Hmm.... lumayan sering juga. Bosen? Pastinya tidak. Saya menjalani dengan berbagai rule (peran) yang berbeda.

  1. 1st TA – Jan 2003 (Peserta)
  2. 2nd TA – Jan 2004 (Panitia)
  3. 3rd TA – Jan 2005 (Mentor)
  4. 4th TA – Jan 2006 (Alumni1)
  5. 5th TA – Jan 2007 (Alumni2)
  6. 6th TA – Des 2007 (Alumni3)

Masing-masing TA memberikan kenangan tersendiri. Walaupun sekilas rule pada TA ke-4, 5, dan 6 sama, namun tugas (kontribusi) yang dikerjakan berbeda. Pokoknya beda deh (maksa nih).

TA kali ini diadakan pada tanggal 24 – 26 Desember di Vila Bengka, Curug Luhur, Ciapus. Di belakang Gunung Salak, ya.. masih kawasan Gunung Bunder (MK 2005). Saya berangkat selasa pagi naik motor sendirian (maunya ikut dari awal, apa daya ada kegiatan wajib yang harus diikuti). Begitu sampai sana pemandangannya… Subhanallah. TA kali ini bisa dinilai sebagai TA terbaik yang pernah diselenggarakan oleh Rohis14. Banyak keunggulan, diantaranya.

  • Kehadiran peserta optimal. Ikhwan yang hadir 49 orang. Ini merupakan jumlah terbanyak sepanjang penyelenggaraan TA.
  • Sarana dan prasarana lengkap. Villa luas dan bisa tergolong cukup mewah. Tempat makan dan Aula untuk acara dibuat khusus dan terpisah dari masing-masing vila (biasanya gabung di vila akhwat).
  • Muatan materi berbobot, seuai alur dan tersampaikan dengan baik sesuai TOR.

Alhamdulillah, saya jadi senang. Yap, walaupun hanya 15 panitia (kelas XI) di ikhwan, boleh dibilang acaranya cukup sukses. Kelas XII yang hadir ada 8 orang (6Mentor + 2Suvervisor), sedangkan alumni lebih dari 10 orang.

Hmm... tugas khusus saya di TA itu jadi fasilitator study kasus dan melihat tersampaikannya muatan materi ke peserta melalui evaluasi mentoring bersama para mentor. Sebenarnya tidak plonk juga selama TA. Maklum masih ada dua tugas yang harus diselesaikan di akhir semester ini. Laporan akhir RPL (due date:27Des) dan nilai PR MD1 (26Des). Coba mengerjakan sebelum TA tapi belum selesai juga. Saya tidak mau kehilangan momen TA tahun ini, namun saya juga tidak akan melepaskan tanggung jawab tugas-tugas itu. Sekarang fokus dulu di TA, mudah-mudahan setelah ini bisa lebih fresh dan babat abis semua tugas itu. Insya Allah.

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S Muhammad : 7)

Vila Bengka, Ciapus.
00.29 Des 26th 2007

Wednesday, December 19, 2007

Dia Berambut Panjang dan Memakai Baju Putih

Sabtu siang ketika sampai di rumah, Ibu saya bertanya hal yang 'aneh' pada saya. Beliau menanyakan "Semalam ketemu kuntilanak ga?". Yap... pertanyaan itu terdengar seperti sebuah lelucon. Semalam sebelumnya, Jumat (14/12), saya bersama rekan-rekan alumni dan beberapa anak kelasXI mabit (bermalam) di Al Huda 14. Biasanya kalau habis mabit yang sering ditanyakan saat sampai rumah seputar: dah makan belum?, semalam tidur apa ga?, nginepnya sama siapa aja?, atau sejenisnya. Kali ini pertanyaannya aneh, "Semalam ketemu kuntilanak ga?".

Begini ceritanya...

Ibu saya menceritakan kejadian yang diceritakan oleh penjaga sekolah. Jadi sekarang saya menceritakan apa yang ibu saya ceritakan dari apa yang penjaga sekolah ceritakan (Sanadnya begitu! shahih ga ya?). Penjaga sekolah yang sekarang merupakan anak dari Pak Bram (penjaga sekolah sebelumnya yang pensiun sekitar 2-3 tahun lalu). Ada satu pesan Pak Bram kepada anaknya ini, "Kalau nanti kamu melihat ada perempuan berambut panjang dan memakai baju putih, jangan diikuti!".

Suatu malam ketika semua anak 14 dipastikan sudah pulang, ternyata penjaga sekolah yang sekarang (aduh lupa namanya, sebut saja Pak PS) melihat seorang siswi berjalan di depan kelas. Dia berjalan menuju lorong ke arah Masjid Al Huda (depan ruang BP). Siswi tersebut masih memakai baju putih. Rambutnya panjang. Kemudian Pak PS mengejar dari belakang untuk memperingatkan siswi tersebut agar segera pulang. Tiba-tiba... jeng-jong-jeng. Makhluk yang dikira siswi14 oleh Pak PS lenyap di depan ruang BP. (aduh kenapa saya menulis ini sambil merinding ya? Ohh AC begitu dingin). Sepertiya Pak PS lupa dengan pesan Ayahnya. Pak PS berlari menuju ruangan satpan (base-campnya), mengunci pintu dan menggigil sampai pagi. Hmm...

Makhluk apa ini?

Mendengar cerita itu, saya antara percaya dan tidak percaya. Saya kenal Ibu saya orang yang jujur dan Pak PS juga terkenal jujur dan ramah. Kalau cerita ini sanadnya seperti telah disebutkan sebelumnya, berarti makhluk yang dibilang kuntilanak itu memang benar-benar ada di sekolah. Namun, saya tidak menjumpai makhluk atau kejadian aneh jumat malam itu. Klo coba dirunut. Kita ada kajian dari jam21-22 di dalam Masjid. Jam22 diharapkan semuanya tidur karena besoknya harus QL. Karena kepingin bangat, anak-anak kelasXI main futsal di lapangan malam-malam. Habis main bola (jam22.30), malah pada bikin LQ sendiri. Katanya belum pada ngantuk. Mereka baru bisa tidur sekitar jam23. Saya sempat keluar masuk sebelum sebelum jam23 untuk meminta mereka tidur. Saat itu saya merasa tidak menjumpai apapun yang aneh kecuali sebuah mobil. Kenapa? Karena yang bawa anak kelas XI. Mau mabit bawa mobil. Kemajuan nih.

Eksistensi kuntilanak dimasyarakat memang begitu diakui. Banyak cerita-cerita yang beredar mengenai makhluk ini. Ga usah jauh-jauh, saat pohon jambu disamping rumah saya ditebang, keesokan harinya ada isu kuntilanak di pohon mangga tetangga. Katanya kuntilanak itu terdengar suaranya dan merupakan pindahan dari pohon jambu di samping rumah saya. Film kuntilanak pun sudah dibuat. aggghhhh... Entahlah! Antara takut dan penasaran. Ngapain takut? Ya udah diganti : Antara penasaran dan penasaran. Sebenarnya kuntilanak itu ada atau tidak. Kalau ada, sebenarnya dia itu makhluk apa, Setan atau jin? Kenapa dia bisa bergentayangan dan mengusik kehidupan manusia? aggghhhh... penasaran! Penasaran! PENASARAN! Lho kok saya yang jadi penasaran.

Walaubagaimanapun, saya tetap menganggap ini hal yang gaib. Perkara gaib itu kan urusan Allah. Jadi serahkan saja semua misteri ini kepada Allah. Di satu sisi saya ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Bahkan, diam-diam aja ya... sekali-kali ingin melihat. Tapi kalau membayangkan nanti jadinya bakal seperti Pak PS ya lebih baik tidak usah deh. Kalau memikirkan hal ini hanya membuat takut dan mengurangi ketakukan kepada Allah, lebih baik lupakan saja. Nanti Aqidahnya malah dipertanyakan lagi. Biarkan ini menjadi misteri sampai Allah berkendak memberikan jawaban atau tidak.

Dekan Cup - Futsal2

Part II : That's Full Come Back!

Akhirnya tim futsal CSUI'05 jadi juara III di Dekan Cup setelah mengalahkan CSUI'04. Kami berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua menjadi 4-4 setelah pada babak pertama tertinggal 1-4. Kemenangan dramatis itu ditentukan pada babak extra time. Ini baru full come back!

Tampil buruk

Sabtu(15/12) pagi itu, saya benar-benar tampil buruk. Tidak ada satupun gol yang tercipta, padahal tercatat saya 4 kali mendapat kesempatan berhadapan dengan Krisna (penjaga gawang 2004). Entah apa yang terjadi, keempat kesempatan tersebut tidak satupun yang berakhir dengan sebuah shooting (tendangan langsung). Semuanya gagal di dribble. Mungkin karena nervous kali ya. Atau mungkin karena dua jam sebelumnya saya bermain futsal di 14 dengan bola berukuran 5 sehingga agak sulit beradaptasi lagi. Entahlah yang jelas pagi itu benar-benar unskilled.

Hmm... Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, yang terpenting bukanlah saya mencetak gol atau tidak tapi kemenangan tim. Kami sempat tertinggal 2-0 sebelum Meldi memperkecil kedudukan di babak pertama. Namun CSUI'04 berhasil melesahkan dua gol lagi untuk menutup babak itu dengan skor 1-4. Alhamdulillah berkat kerja dan sedikit hoki kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Yoyo yang masuk pada babak kedua benar-benar membawa hoki. Dua gol dia ciptakan untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-4. Sebelum pertandingan berakhir, Anjar - Ketua FUKI kita - yang bermain stabil dan konsisten sepanjang pertandingan berhasil memaksakan babak
extra time dengan golnya.

Ini baru Full Come Back

Yap... babak extra time sepertinya milik kita. Saya sampai lupa kami unggul 3-1 atau 4-1 di akhir pertandingan. Semangat anak-anak 2005 yang tinggi ditambah kondisi fisik dan stamina 2004 yang menurun drastis menjadi pemandangan yang kontras dibandingkan saat
normal time. Mudah-mudahan ini bisa kembali meningkatkan kepercayaan diri 2005 terutama menjelang mabim (ada hubungannya ya?). Saya senang dan bangga dengan kalian semua. Mohon maaf nih, saat pertandingan saya tampil di bawah performa dan hoki terbaik sehingga tidak memberikan kontribusi positif. Gomennasai!!!

Wednesday, December 12, 2007

Dekan Cup - Futsal

Part I : Full Heart Preparing

Sabtu (15/12) tim futsal CSUI’05 akan bertanding melawan CSUI’04 dalam perebutan juara III Dekan Cup di Lapangan Poltek. Ayo datang dan dukung angkatanmu jika masih merasa satu angkatan!

”Can lo tadi pagi kemana?”, tiba-tiba Irvan bertanya kepada saya saat bertemu di Lab Fasilkom. Saya agak heran dan bertanya balik, ”Emangnya tadi pagi ada apa Van?”. Tenyata pagi itu ada pertandingan semifinal futsal Dekan Cup antara 2005 dan 2007. Setelah bertanya sama Ilman dan melihat blognya Meldi, ternyata kami berhasil melaju ke ’fase’ berikutnya, yaitu perebutan juara III.

Pagi itu saya benar-benar tidak tahu kalau 2005 akan bermain. Kalau pun tahu, mungkin saya tidak akan ke poltek karena disaat yang bersamaan harus ke Salemba mengikuti GDLN Learning Activity Development yang diselenggarakan bersama antara UI, UNRI, dan Unud. Kalaupun ke poltek paling hanya menonton saja. Pasalnya sudah banyak anak 2005 yang jago main futsal seperti Bram, Meldi, Fape, Irvan, Renggo, Niko, Yudha, Hari, Yoyo, Sidik, dan banyak lagi. Jadi sudah cukup untuk membuat dream team. Bukan tanpa alasan, buktinya pada Dekan Cup tahun lalu, tim ini berhasil menjadi juara setelah membantai 2003 pada partai puncak.

Face the Match

Kekalahan di semifinal pastinya menyakitkan. Yap juara bertahan dikalahkan pendatang baru. Namun, apakah kita akan jadi il feel (ilang feeling.red) atau bahkan setengah hati menghadapi partai melawan 2004? Sepekan sebelumnya saya bersama Aulia, Fape, Haris, Vinky, dan Adit kalah dalam pertandingan Volley melawan 2006 sehingga gagal masuk ke semifinal. Kegagalan itu membuat kami tersingkir dan tidak bermain lagi karena tidak ada perebutan juara ke-5. Tim futsal masih memiliki kesempatan untuk mengakhiri Dekan Cup dengan hasil yang lebih baik. Mungkin kita bisa mengafirmasikan alam bawa sadar kita masing-masing untuk menjadikan pertandingan ini seperti partai final, penuh gengsi, dan layak untuk dimenangkan.

Saya sendiri Insya Allah akan datang sabtu pagi nanti dan pastinya siap untuk bermain (mudah-mudahan ada tempat). Hmm... Posisinya dimana ya? Pastinya akan disesuaikan dengan strategi tim dan kebutuhan yang ada. Kalau di lapangan sepakbola biasanya saya bermain di posisi gelandang bertahan sebagai jangkar pertahanan yang sesekali membantu serangan dengan melakukan tusukan ke jantung pertahanan lawan. Ya.. mirip Esteban Cambiaso di Inter, Gattuso di Milan, atau paling tidak Eka Ramdhani di timnas U-23. Pada futsal sebenarnya sama juga dengan tambahan sebagai second striker yang memberikan service buat striker utama. Namun, selama karir futsal di Fasilkom (halah) yaitu Compaq FC (CS-League 07) dan Ganteng FC (CS-League 0708), lebih sering diamanahkan sebagai PJ pencetak gol.

Tidak terlalu penting nanti saya mencetak gol atau tidak jika dibandingkan dengan kemenangan tim. Menang atau kalah pun sebenarnya tidak terlalu penting jika dibandingkan dengan kepuasan terhadap permainan tim dan penambahan keakraban kita dengan 2004. Oleh karena itu, saya berharap tidak ada yang emosi berlebihan apapun nanti yang terjadi saat pertandingan. OK!

Strategi Non-teknis

Pekan ini kita disibukkan dengan tugas dan UAS. Selepas jumat pastinya semuanya sudah selesai. Mudah-mudahan kita bisa plonk dan fokus dalam menghadapi partai melawan 2004. Saya ada beberapa saran supaya kita bisa berada dalam puncak performa selama pertandingan berlangsung nanti, diantaranya :

1. Hindari Maksiat

Maksiat apapun bentuknya, besar ataupun kecil, bisa mengeraskan hati. Hati yang keras tentunya akan sulit mengontrol emosi. Saat stamina menurun di menit-menit akhir pertandingan biasanya sudah tidak ada lagi teknik yang keluar, yang ada hanya emosi. Klo emosi sudah terpancing, permainan rusak dan pertandingan jadi tidak menarik.

2. Jaga Kondisi Badan

Kalau mau latihan sebelum sabtu jangan terlalu capek. Sifatnya teknik aja, tidak perlu fisik berlebihan. Jumat malam usahakan jangan begadang, tidur yang cukup dan jangan juga balas dendan dengan mengakumulasikan waktu tidur sepekan pada jumat malam.

3. Stop Berbuat Maksiat yang Menguras Tenaga

Sebenarnya ini merupakan irisan dari poin (1) dan (2). Pasti semua sudah tahu instance dari poin ini. Akibat dari perbuatan ini bisa menurunkan stamina dan konsentrasi. Bagi yang masih suka, STOP kebiasaan ini paling tidak sampai hari Sabtu. Berat, tapi tidak bagi orang-orang yang sabar dan mau berpikir. Nanti setelah pertandingan boleh dilanjutkan lagi. Maksudnya dilanjutkan STOPnya.

Yap itu dulu deh nanti dilanjutkan lagi...

Saturday, December 8, 2007

Classic Analogy Simulation

Dalam menghitung cost suatu task, time merupakan variabel penting.

Saya ingat ketika beberapa tahun lalu (Juli 2004), saya menjadi panitia Pesantren Kilat SMA. Acara wajib bagi anak kelas X tersebut berlangsung selama empat hari tiga malam di sebuah villa daerah Puncak. Pada malam kedua, alumni mengadakan acara materi bagi panitia. Waktu itu kami dikumpulkan pukul.23 di Aula akhwat. Materi untuk panitia biasanya disampaikan dalam bentuk taujih yang ‘membosankan’ untuk sebuah malam yang melelahkan. Setelah materi, panitia baru evaluasi didampingi oleh beberapa alumni dilanjutkan koordinasi untuk hari berikutnya.

Entah mengapa, malam itu waktu untuk materi panitia digunakan sepenuhnya untuk memberikan dua buah simulasi yang cukup menarik. Mungkin para alumni mengerti, saya dan panitia lainnya sudah cukup lelah dan ngantuk sehingga percuma jika kepala ini diisi materi melalui taujih. Saat membaca sebuah buku tentang self-development, saya teringat akan salah satu simulasi yang diberikan pada saat itu.

Simulation

Alumni sebagai Instruktur berkata, “Sekarang saya sedang memegang segelas air. Menurut antum berapa berat segelas air ini?” Banyak spekulasi jawaban yang terucap dari teman-teman saya. Melihat volumenya yang sekitar 0.5 liter, Saya sendiri menebak sekita 500gr. Kemudian alumni itu meminta salah seorang dari kita untuk ke memegang dan mengangkat segelas air tersebut. Salah seorang teman saya menyambut permintaan tersebut.

Setelah memegang dan mengangkat, dia memperkirakan beratnya setengah kilo, tepat seperti tebakan saya. “Ooo ringan tidak air itu?”, tanya sang alumni. “Ya… cukup ringan”, jawab teman saya. “Ok sekarang antum angkat selama satu jam”, pinta sang alumni kembali. “Wah bisa pegel akh klo ane harus angkat selama satu jam”, kontan teman saya mengeluh. “Lho tadi katanya ringan”, heran sang alumni. “Iya sih, tapi klo satu jam kayaknya ga yakin bisa sanggup deh”, jelas teman saya.

Hikmah

Jujur, sampai saat itu saya belum mengerti apa ibrah di balik simulasi itu. Bahkan saya tidak tahu klo itu sebuah simulasi, saya kira hanya ice breaking. Tapi setelah di-trigger, saya mulai mengerti. Anda pun pasti mengerti apa maksudnya.

Yap sebuah tugas, amanah, tanggung jawab, dan sebagainya walaupun itu suatu hal yang ringan namun akan terasa berat klo kita terus memegangnya. Hal ini karena dia menyita space memory dalam pikiran yang sedikit banyak menganggu konsentrasi. Penyebab terbesar kenapa kita lama memegang tugas adalah karena kebiasaan menunda untuk menyelesaikannya. Saya sudah merasakan banyak sekali dampak negatif yang saya alami akibat kebiasaan menunda. Namun entah mengapa sulit sekali meninggalkan kebiasaan buruk ini.

Memang banyak sekali faktor yang membuat kita semua bisa memiliki kebisaan menunda yang membuat kita menjadi deadliner. Namun, itu semua sebenarnya bisa diatasi karena kita sudah tahu solusi dari apapun penyebabnya. Yes DO IT NOW! Manfaatkan waktu senggang kita sebelum nanti waktu kita menjadi sempit. Mungkin ada diantara kita yang beralasan, “klo belum menjelang deadline belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaik”. Ada sebuah tulisan yang menarik dari teman saya di milis tentang Artificial Urgency. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan mind set. Intinya menjadikan seolah-olah deadline ada di depan mata (lebih cepat dari waktu sebenarnya). Tentunya butuh teknik dan latihan dalam menjalankan metode ini untuk benar-benar membuat kita termotivasi untuk menjalankan tanggungjawab kita sedini mungkin.

Masalahnya, tugas yang banyak itu selalu dan selalu hanya kita pikirkan, tidak satupun yang kita mulai untuk dikerjakan. Akhirnya jadi terkesan banyak tugas dan tidak ada waktu untuk lainnya. Dimanapun, mengeluarkan energi aktivasi untuk memulai mengerjakan sesuatu memanglah paling berat dari tahap-tahap lainnya. Namun, biasanya jika kita sudah memulai akan lebih mudah untuk menjalankan bahkan menyelesaikannya. So list what should do and lets DO IT NOW!

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (Al Insyirah : 6-8).