Saturday, December 8, 2007

Classic Analogy Simulation

Dalam menghitung cost suatu task, time merupakan variabel penting.

Saya ingat ketika beberapa tahun lalu (Juli 2004), saya menjadi panitia Pesantren Kilat SMA. Acara wajib bagi anak kelas X tersebut berlangsung selama empat hari tiga malam di sebuah villa daerah Puncak. Pada malam kedua, alumni mengadakan acara materi bagi panitia. Waktu itu kami dikumpulkan pukul.23 di Aula akhwat. Materi untuk panitia biasanya disampaikan dalam bentuk taujih yang ‘membosankan’ untuk sebuah malam yang melelahkan. Setelah materi, panitia baru evaluasi didampingi oleh beberapa alumni dilanjutkan koordinasi untuk hari berikutnya.

Entah mengapa, malam itu waktu untuk materi panitia digunakan sepenuhnya untuk memberikan dua buah simulasi yang cukup menarik. Mungkin para alumni mengerti, saya dan panitia lainnya sudah cukup lelah dan ngantuk sehingga percuma jika kepala ini diisi materi melalui taujih. Saat membaca sebuah buku tentang self-development, saya teringat akan salah satu simulasi yang diberikan pada saat itu.

Simulation

Alumni sebagai Instruktur berkata, “Sekarang saya sedang memegang segelas air. Menurut antum berapa berat segelas air ini?” Banyak spekulasi jawaban yang terucap dari teman-teman saya. Melihat volumenya yang sekitar 0.5 liter, Saya sendiri menebak sekita 500gr. Kemudian alumni itu meminta salah seorang dari kita untuk ke memegang dan mengangkat segelas air tersebut. Salah seorang teman saya menyambut permintaan tersebut.

Setelah memegang dan mengangkat, dia memperkirakan beratnya setengah kilo, tepat seperti tebakan saya. “Ooo ringan tidak air itu?”, tanya sang alumni. “Ya… cukup ringan”, jawab teman saya. “Ok sekarang antum angkat selama satu jam”, pinta sang alumni kembali. “Wah bisa pegel akh klo ane harus angkat selama satu jam”, kontan teman saya mengeluh. “Lho tadi katanya ringan”, heran sang alumni. “Iya sih, tapi klo satu jam kayaknya ga yakin bisa sanggup deh”, jelas teman saya.

Hikmah

Jujur, sampai saat itu saya belum mengerti apa ibrah di balik simulasi itu. Bahkan saya tidak tahu klo itu sebuah simulasi, saya kira hanya ice breaking. Tapi setelah di-trigger, saya mulai mengerti. Anda pun pasti mengerti apa maksudnya.

Yap sebuah tugas, amanah, tanggung jawab, dan sebagainya walaupun itu suatu hal yang ringan namun akan terasa berat klo kita terus memegangnya. Hal ini karena dia menyita space memory dalam pikiran yang sedikit banyak menganggu konsentrasi. Penyebab terbesar kenapa kita lama memegang tugas adalah karena kebiasaan menunda untuk menyelesaikannya. Saya sudah merasakan banyak sekali dampak negatif yang saya alami akibat kebiasaan menunda. Namun entah mengapa sulit sekali meninggalkan kebiasaan buruk ini.

Memang banyak sekali faktor yang membuat kita semua bisa memiliki kebisaan menunda yang membuat kita menjadi deadliner. Namun, itu semua sebenarnya bisa diatasi karena kita sudah tahu solusi dari apapun penyebabnya. Yes DO IT NOW! Manfaatkan waktu senggang kita sebelum nanti waktu kita menjadi sempit. Mungkin ada diantara kita yang beralasan, “klo belum menjelang deadline belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaik”. Ada sebuah tulisan yang menarik dari teman saya di milis tentang Artificial Urgency. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan mind set. Intinya menjadikan seolah-olah deadline ada di depan mata (lebih cepat dari waktu sebenarnya). Tentunya butuh teknik dan latihan dalam menjalankan metode ini untuk benar-benar membuat kita termotivasi untuk menjalankan tanggungjawab kita sedini mungkin.

Masalahnya, tugas yang banyak itu selalu dan selalu hanya kita pikirkan, tidak satupun yang kita mulai untuk dikerjakan. Akhirnya jadi terkesan banyak tugas dan tidak ada waktu untuk lainnya. Dimanapun, mengeluarkan energi aktivasi untuk memulai mengerjakan sesuatu memanglah paling berat dari tahap-tahap lainnya. Namun, biasanya jika kita sudah memulai akan lebih mudah untuk menjalankan bahkan menyelesaikannya. So list what should do and lets DO IT NOW!

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (Al Insyirah : 6-8).

2 comments:

K - mal said...

judulnya keren betul, kirain isinya ttg apaan :)

Sidicx The 10 said...

Iya Chan...keren...

www.sidicx.com