Tak kan bebas
Negeri Islammu hanya dengan ragu
Dan Termangu
Menjalin mimpi tanpa gerak maju
Takkan bebas
Dinul Islammu tanpa kerja nyata
Dan tercencang
Jeratan angan hampa
(Izzatul Islam)
Udah selesai mengerjakan RPL dan sekarang siap-siap untuk menghadapi Ujian I Metode Formal Pemrograman nanti siang. Ditelinga lagi denger Bang Afwan (Mas'ul Izis yang juga alumni14 dan alumni20) dan anggota izis lainnya menyanyikan lagu-lagu harakah. Yap, lagu-lagu diiringi drum penuh semangat yang membangkitkan ghirah. Tiba-tiba jadi kangen. Kapan lagi ya teriak-teriak nyanyi lagu harakah penuh semangat bareng-bareng kayak gini?
Dulu di sekre Masjid AlHuda14 bareng akh Jaya, Reza, Tyo, Syaiful, dan Ibnu kita latihan nasyid (biasanya selepas ashar). Frekuensinya rata-rata sepekan sekali. Kalau lagi ada permintaan tampil kayak wisuda, lepas sambut kepala sekolah, acara-acara rohis atau mau ikut lomba kita lebih intensif. Namun, klo pas mau ujian kita bisa-bisa vakum dulu. Sebagian besar lagu yang kita nyayikan adalah lagu-lagu harakah seperti dari Arruhul Jadid, Shatul Harakah dan tidak ketinggalan Izzatul Islam (Izis).
Melantangkan lagu-lagu harakah memang lebih asik. Selain menambah semangat, bawainnya juga relatif lebih mudah. Jika mau tampil kita ga perlu banyak latihan. Tinggal samakan suara dan bersemangat. Berbeda dengan membawakan lagu seperti SNADA, Raihan, atau Gradasi yang ga bisa satu atau dua kali latihan. Kemarin pas tarhib dan iftar akbar di Fasilkom saya bersama Senafas (Senandung Nasyid Fasilkom) yang terdiri dari Sidik, Ridho, Furqan, dan Fasuk tampil di Aula. Faruk ngajak tampilnya H-1. Saya mau asalkan bawain lagu ramadhannya Izis soalnya bakal ga sempet latihan klo bawain lagu yang lainnya. Awalnya tidak ada yang keberatan, tapi karena satu dan lain hal jadinya bawain lagu Snada dan Justice Voice (JV). Kayaknya ga bangat waktu tampil di tarhib. Alhamdulillah pas tampil di Iftar Akbar kita lumayan baik pas bawain Gradasi - Pematang.
Ngomong-ngomong anak-anak sekarang pada kenal Izis atau grup nasyid harakah lainnya ga ya. Pas ke SMP dan SMA mereka kayaknya lebih kenal sama ungu. Masih ingat waktu LDKR 20, ada yang tampil pas apresiasi seni. Dia maju kedepan bertiga bawa dua gitar dan kemudian.... berkumandang "andai ku tahu kapan tiba ajalku. Ku akan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku. Andai ku tahu ....". Keren abis dah pokoknya. Ga masalah lah yang penting mereka ga bawain 'kekasih gelapku'nya ungu.
Mudah-mudahan suatu saat nanti kesampaian nyanyi lagu harakah bareng-bareng lagi ga cuma pas saat aksi di jalan.
Negeri Islammu hanya dengan ragu
Dan Termangu
Menjalin mimpi tanpa gerak maju
Takkan bebas
Dinul Islammu tanpa kerja nyata
Dan tercencang
Jeratan angan hampa
(Izzatul Islam)
Udah selesai mengerjakan RPL dan sekarang siap-siap untuk menghadapi Ujian I Metode Formal Pemrograman nanti siang. Ditelinga lagi denger Bang Afwan (Mas'ul Izis yang juga alumni14 dan alumni20) dan anggota izis lainnya menyanyikan lagu-lagu harakah. Yap, lagu-lagu diiringi drum penuh semangat yang membangkitkan ghirah. Tiba-tiba jadi kangen. Kapan lagi ya teriak-teriak nyanyi lagu harakah penuh semangat bareng-bareng kayak gini?
Dulu di sekre Masjid AlHuda14 bareng akh Jaya, Reza, Tyo, Syaiful, dan Ibnu kita latihan nasyid (biasanya selepas ashar). Frekuensinya rata-rata sepekan sekali. Kalau lagi ada permintaan tampil kayak wisuda, lepas sambut kepala sekolah, acara-acara rohis atau mau ikut lomba kita lebih intensif. Namun, klo pas mau ujian kita bisa-bisa vakum dulu. Sebagian besar lagu yang kita nyayikan adalah lagu-lagu harakah seperti dari Arruhul Jadid, Shatul Harakah dan tidak ketinggalan Izzatul Islam (Izis).
Melantangkan lagu-lagu harakah memang lebih asik. Selain menambah semangat, bawainnya juga relatif lebih mudah. Jika mau tampil kita ga perlu banyak latihan. Tinggal samakan suara dan bersemangat. Berbeda dengan membawakan lagu seperti SNADA, Raihan, atau Gradasi yang ga bisa satu atau dua kali latihan. Kemarin pas tarhib dan iftar akbar di Fasilkom saya bersama Senafas (Senandung Nasyid Fasilkom) yang terdiri dari Sidik, Ridho, Furqan, dan Fasuk tampil di Aula. Faruk ngajak tampilnya H-1. Saya mau asalkan bawain lagu ramadhannya Izis soalnya bakal ga sempet latihan klo bawain lagu yang lainnya. Awalnya tidak ada yang keberatan, tapi karena satu dan lain hal jadinya bawain lagu Snada dan Justice Voice (JV). Kayaknya ga bangat waktu tampil di tarhib. Alhamdulillah pas tampil di Iftar Akbar kita lumayan baik pas bawain Gradasi - Pematang.
Ngomong-ngomong anak-anak sekarang pada kenal Izis atau grup nasyid harakah lainnya ga ya. Pas ke SMP dan SMA mereka kayaknya lebih kenal sama ungu. Masih ingat waktu LDKR 20, ada yang tampil pas apresiasi seni. Dia maju kedepan bertiga bawa dua gitar dan kemudian.... berkumandang "andai ku tahu kapan tiba ajalku. Ku akan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku. Andai ku tahu ....". Keren abis dah pokoknya. Ga masalah lah yang penting mereka ga bawain 'kekasih gelapku'nya ungu.
Mudah-mudahan suatu saat nanti kesampaian nyanyi lagu harakah bareng-bareng lagi ga cuma pas saat aksi di jalan.



0 comments:
Post a Comment