Monday, June 30, 2008

Offensive Day... Be Patient Chan!

Understand what I've become, it wasn't my design
Some people everywhere think something better than I am
I miss you, I miss- cos I liked it, cos I liked it when I was out there
D'you know this, D'you know, you did not find me
You did not find - does anyone care [1]

Pagi ini (30/6) nganterin Adik (sepupu) buat daftar masuk SMA. Gw emang yang dapet bagian (tanggung jawab.red) ngurusin dia sampe bener-bener diterima. Rencana sih hari ini daftar ke SMA 99 tapi karena ada syarat yang belum lengkap jadi harus ke SMP 7 Depok dulu. Kayaknya ini dua sekolahnya Yans deh...

Lama bangat cuma cap tiga jari buat dapetin SKHU aja. Katanya bakal jadi siang jam13-an. Masya Allah. Ya udah gw ke kampus dulu dah, tanda tangan MOU sama Humas OKK buat media partner sama Yellos. Lumayan buat promosi Yellos. Hehe.. Ternyata masih ada beberapa poin yang harus diperbaiki.


SKHU asli baru jadi jam14.20 dan langsung kita ke SMA99. Pendaftaran emang cuma dari jam10-15. Mudah-mudahan sempat. Begitu sampe waktu menunjukkan pukul14.45. Dan... bener-bener ga beruntung. Ruang OSIS tempat mengambil nomor antren ditutup didepan mata. Ya Allah...

Ingat semalam

Siang hari gw sempet ke ruang BEM. Gw emang janjian jam12 di ruang BEM Fasilkom sama anak-anak Humas OKK. Entah mengapa gw masih terngiang dengan pembincangan semalam di ruang keluarga yang hangat.

Masih lama jam12. Tiba-tiba pengen nyanyiin lagu Ode To My Family-nya The Cranberries. Kebetulan ada gitar dan ga ada siapa-siapa di ruang BEM.. Let jreng!...

Do... do do do
Do... do do do

Terbayang dalam pikiran. Mungkin ga ya ruang BEM ini bisa sehangat ruang keluarga gw. Mungkin aja sih, ketika melihat ke kiri (dari PC), sebelah kiri terpajang senyuman anak BEM saat raker dan sebelah kanan ada pohon impian yang memuat harapan-harapan kita.

Terlalu Mahalkah?

Jadi merasa ga sreg KP pas liburan ini... Terlalu mahalkan harga yang harus dibayar untuk KP semester ini?... Hari ini ada yang offense sama BPH BEM yang KP. Makasih deh udah diingatkan. Bener-bener jadi pengingatan. Jadi pertimbangan juga buat nyusun KAKP.

Gw juga dah memprediksi bakal kayak gini. Beberapa kali juga gw dah bilang klo semua hal tidak bisa disiasatin liburan ini, gw KP-nya bakal semester depan. Bukan cuma ngurusin BEM tapi yang lainnya termasuk jebolin Adik gw SMA di Jakarta.

Tapi... Masa iya cuma gw sendirian yang 'bengong-bengong' di ruang BEM.
Emang rada emosional kayaknya waktu gw terima tawaran KP. Tapi gw juga tetep sadar untuk mulai KP-nya setelah raker. Memastikan bahwa bidang-bidang yang berada dalam koordinasi gw, berjalan dengan benar. Jadi, abis raker tinggal melakukan fungsi controlling dan conditioning. Tapi tetep aja masih ada yang kurang..

Atau gw resign aja? Gw emang dari dulu ga pernah daftar KP. Cuma kebetulan pas ketemu Mas Amin di MUI dia minta gw ngirimin CV. Nanti klo Bening buka internship dan gw siap KP bakal di hubungin. Klo resign taruhannya pasti kredibitas personal. Ga enak juga sama mas Amin dan dengan tim project yang sedang berjalan.

Tenang tenang tenang tenang. Sabar sabar sabar sabar. Berpikir jernih... Semua ada jalan keluarnya.

Senin, 30 Juni 2008 10.28
di Ruang BEM yang sunyi..


[1] The Cranberries - Ode To My Family

Monday, June 23, 2008

Gemes....

Nilai terakhir di SIAK akhirnya keluar juga. Computational Logic. Gw berharap banyak sebenernya dari kuliah ini. 4 sks. Ya iya lah (masa ya iya donk?)

Tapi... agak kecewa pas liat nilainya. Klik detail, muncullah gambar disamping. Bener-bener gemes gw...

Kenapa di situ ya Bu Bela membagi intervalnya? atau kenapa nilai akhir gw ga hoki ya?

Entahlah... Mungkin memang segitu hasil yang layak gw dapatkan. Bersyukurlah. Secara umum semester ini ga seburuk yang gw kira kok. Mari perbaiki di semester depan!

The Aromatherapy Air Freshener

“When I was young man, I wanted to change the world. I found that it was difficult to change the world, so I try to change my nation. When I found I couldn’t change my nation, I began to focus on my town. I couldn’t change my town and as an older man, I tried to change my family. Now, as an old man, I realize that the only thing I can change is myself, and suddenly I realize that if long time ago I had changed myself, I could have made an impact on my family. My family and I could have made an impact on our town. Their impact could have changed the nation and I could indeed have changed the world.” (Catatan seorang pendeta pada abad ke-12M). [1]


Minggu (22/6) pagi nyusul raker BEM di Cisarua. Karena disana ga lama, jadi diputuskan untuk naik public transportation aja biar ga capek di jalan. Supaya ga banyak ngelamun sia-sia di jalan, bawa buku buat di baca ah... Ternyata dari Cimanggis –St. Pocin – St. Bogor – Ps. Sukasari – Sate Pancoran – Hotel Griya Astoeti ga sampe satu setengah jam. Halah.. kirain bakalan lama. Padahal jarang-jarang gw bisa santai di jalan begini. Tapi lumayan lah dapet dua bab (4 dan 5) bukunya Pak Syafii Antonio.

Boleh Juga di Fasilkom

Sehari sebelumnya ikut seminar career path di FTUI. Gw tahu seminar ini bakalan mantep, so harus jadi agenda utama. Sesi pertama berupa materi dari Pak Musholli (Direktur PPSDMS) tentang urgensi career path dan mempersiapkan pasca kampus. Sesi kedua berupa workshop dan training membuat visi dan misi hidup, peta kehidupan, dan bagaimana cara mewujudkannya, diisi oleh Pak Satria Hadi Lubis (Dosen dan Penulis Buku). Sesi ketiga berupa talkshow gambaran nyata pasca kampus dari semua sektor (public – private – NGO) yang diisi oleh Pak Endang (Enterpreneur – private sector), Pak Sigit (Eleson 2 Depkeu – public sector), dan Pak Adi (Aktifis LSM – NGO sector).

Bener-bener mantap semuanya. Ga nyesel gw absent les TOEFL walau pekan depan midtest sekalipun. Inget harus malem mingguan dulu buat nge-charge ruhiyah. Bisa aneh gw nanti klo low bat di tengah pekan. Mau langsung nyusul ke Cisarua tengah malam itu juga, udah ngantuk dan capek bener. Mana banyak banget geng motor yang konvoi lagi. Ga mau ambil resiko ah... Belum menyempurnakan setengah dien soalnya (hehe). Ya sudah... walau pengen bangat, akhirnya cuma bisa nitip salam hangat melalui iLm@N buat semua anak BEM terutama buat keluarga kecil (BPH), anak-anak P&K dan Orkres. Have a nice night weekend guys!!!.

Seminar career path kayak gini mantep juga klo diadain BEM Fasilkom buat semua CSUI-ers. Sebenernya udah ada beberapa orang yang ngusulin sih. Nanti ngomong sama Pak Yugo lah (klo Pak Ucok udah banyak gw repotin untuk ngurus lapangan olahraga belakang buat BEM CUP), mudah-mudahan dekanat mau ngadain atau paling ga men-support. Klo ga, ya... bisa jadi proker tambahannya P&K kalau mereka sanggup (udah banyak juga mereka prokernya). Nanti di buat lebih spesifik sektornya – lebih berhubungan dengan fasilkom.

Mulai Dari Diri Sendiri

Seminar sabtu itu memang memberikan banyak manfaat terutama dalam merencanakan dan membangun masa depan, baik secara teknis maupun nonteknis. Sebuah visi besar kembali lahir setelah termotivasi akan pentingnya menyiapkan pasca kampus sedini dan sebaik mungkin. Semua memang harus dimulai dari diri sendiri. Mustahil bisa merubah orang lain apa lagi merubah dunia ke arah yang lebih baik kalau tidak merubah diri kita sendiri ke arah yang lebih baik terlebih dahulu.

“Seorang dai tidak boleh seperti lilin. Lilin yang menghasilkan api untuk menerangi sekitarnya, namun api tersebut malah membinasakan dirinya” [2]

Yap... Jangan sampai mencoba merubah lingkungan ke arah yang lebih baik, namun mengabaikan perbaikan diri. Seorang aktifis, apalagi aktifis dakwah harus menjadi bintang. Bintang yang memberikan cahaya manfaat kepada seluruh alam dan dia tetap terang bersinar indah di tengah gelapnya malam sampai kiamat kelak.

Pengharum Ruangan Perajut Peradaban - Kado yang Tepat!

Semua akan gw mulai dari beres-beres kamar. Kenapa? Karena dari siniliah semuanya dimulai. Di sini gw merencanakan target jangka panjang, jangan menengah, dan jangka pendek. Di sini gw merencakanan agenda tahunan, bulanan, bahkan harian. Di sini gw memandang peta hidup, mengafirmasikan ke alam bawah sadar, dan meyakinkan sepenuh hati bahwa semuanya satu per satu akan menjadi terwujud menjadi kenyataan.

Di sini lah gw banyak melakukan tarbiyah dzatiyah sebagai upaya penjagaan dan peningkatan kualitas diri. Di sini lah gw berlindung dari nyaman dan hangatnya ruang keluarga yang benar-benar membuat terlena. Di sini lah gw menyadari bahwa semua peran gw baik sebagai mahasiswa maupun berbagai peran lainnya bukanlah sebuah beban tapi merupakan bagian kecil dari perjuangan panjang membangun peradaban yang mulia.

Gw harus betah di kamar klo lagi di rumah. Supaya bisa tetap fokus dalam berjuang. Kamar gw memang ga luas, cuma 2.5x3m. Atur posisi yang ideal buat tempat tidur, meja belajar, rak buku, dan lemari baju. Atur letak yang pas di dinding buat asturo (tempat menempelkan peta hidup), white board (to do list), hiasan dinding (kalimat penyemangat, medali, dan kumpulan nametaq panitia dan seminar dari tahun jebot). Beresin semua yang berantakan!

Pucuk di cinta ulam tiba. Alhamdulillah pas penutupan raker BEM - sesi tuker kado, gw dapet kado yang tepat, sebuah pengharum ruangan. Hah mantap lah. Syukron jazakumullah khairan katsir, makasih banyak kepada orang yang memberikan kado ini. Pasti bikin tambah betah di kamar dengan aromatherapy. Mudah-mudahan ini merupakan pengharum ruangan perajut peradaban.

Senin, 23 Juni 2008 00.28
Di Kamar Perjuangan

[1] Dr.Muhammad Syafii Antonio. 2007. Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager. Hal 77 (Bab 4: Self Development and Personal Leadership). ProLM Center. Jakarta.

[2] Arya Sandi Yudha. Ketua Salam UI VIII dalam Raker FUKI 2006-2007. xx Juli 2006 di Cimanggis.

Monday, June 16, 2008

The Truth is Out There

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan mewujudkan impian menjadi kenyataan” (Paulo Coelho)

Alhamdulillah, akhirnya Yellos#2 terbit juga. Keluar dari percetakan Sabtu (14/6) jam22.30 dan mulai didistribusikan pada Senin dua hari kemudian. Sampe senin sore sudah diambil oleh koordinator 10 fakultas, termasuk salemba, hanya FISIP, FIK, dan Asrama yang belum menyebar.

Edisi Manis

Ada beberapa hal yang ‘aneh’ dari edisi dua ini, tapi itu semua langsung tertutupi oleh keunggulannya. Tulisan-tulisannya berbobot (pasti didikannya qQ – pemred). Desainnya keren (pasti didikannya Mas Toha – pemimpin desain). Warna Yellos #2, yang entah mengapa bisa menjadi biru, seolah menjadi ke’aneh’an yang menambah kelebihan. Jujur aja, saya merasa warna biru itu menjadikan Yellos tampak manis. Subjektif bangat sih...

Dari dulu, saya tahu klo punya tim media dakwah yang benar-benar kompeten dan punya semangat. Namun, percaya atau tidak, baru setelah #2 ini terbit, saya baru benar-benar sadar akan hal itu. Jadi optimis untuk menjadikan media ini terdepan di UI. Insya Allah deh..

Inspirasi Blogger

Sebenarnya sudah janji sama diri sendiri, bahkan ditulis di status meebo, bahwa tidak akan nge-blog sampe Yellos #2 terbit. Hitung-hitung menambah motivasi. Awalnya tidak masalah, tapi lama-lama gatel juga. Ga apalah, komitmen biar amanah ini tuntas.

Selama masa puasa nge-blog, iseng-iseng lihat blog orang lain. Dari yang menginspirasi sampe yang sangat menginspirasi. Subhanallah. Inilah salah satu yang sangat menginspirasi. Awalnya saya cukup puas dengan CV saya, ternyata walaupun versi 3 halaman CV, tetap saja masih kalah jauh berbobot. Namun, kalau baca lagi 50 lines self description yang direview Nulad, I’m not so bad lah. Ternyata tidak sedikit juga jejak yang ditinggalkan.

Optimisme yang Bermekaran.

Pada pekan ini, saya memang seperti berada kembali di taman yang indah dengan bunga-bunga harapan. Banyak syura (koordinasi) untuk menguatkan visi dan merapatkan barisan, banyak berbuat untuk menciptakan gerakan dan hasil yang konkret. Saya menyadari saya berjuang dijalan yang benar bersama orang-orang pilihan Allah, baik itu di kampus, di sekolah, maupun di masyarakat. Akhirnya optimisme itu kembali bermekaran...

Tidak terlalu berlebihan bila saya menginginkan terbentuknya masyarakat madani yang dipelopori oleh remaja masjid di rumah.

Tidak mengada-ada jika saya melihat dakwah di SMP yang baru tiga tahun digarap menjadi ladang amal yang subur dan produktif. Menjadi aset amal yang sangat mahal nantinya.

Bukan tanpa alasan jika saya berharap kelompok yang saya bina di SMA, yang notabene sebagian besar pentolan Organisasi SMA, bisa menjadi mentor sukses di kelas XII dan menjadi macan-macan di kampus nantinya.

Bukan tidak mungkin media dakwah ini menjadi media terdepan di UI. Bukan tidak mungkin fakultas ini bisa menembus 4 besar di Olimpiade (Olahraga) UI, mematahkan dominasi FISIP di Kompetisi Mapres, berbicara banyak di kompetisi ilmiah, dan meraih prestasi akademis lainnya.

Terbang dengan Sayap Iman Menuju Puncak Impian

Menyadari berada dalam posisi-posisi strategis yang menuntut tanggung jawab besar, mau tidak mau memang harus menjauhkan lambung dari kasur dan menjadikan bantal tidak nyaman. Rasa takut akan semuanya tidak bisa berakhir dengan indah memang selalu menyelimuti. Namun, rasa harap dan optimisme kepada Allah selalu mengiringi perjalanan ini. Yap rasa takut dan harap adalah sepasang perasaan yang menjadi sepasang sayap iman.

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan mewujudkan impian menjadi kenyataan” (Paulo Coelho). Sebuah pernyataan yang di kutip qQ sebagai pembukan TOR Yellos #2 (Syukron kutipannya, sangat inspiratif).

Bangun pagi dengan impian-impian diatas memang benar-benar membuat segar dan bersemangat. Padahal belum termasuk impian pribadi untuk membagun kerajaan bisnis, meminang bidadari dunia, dan tentunya menjadi world class researcher yang Insya Allah juga diperjuangkan. Mungkin benar ungkapan yang menyatakan kita akan bangga dengan apa yang kita raih, tapi kita hanya akan benar-benar bahagia dengan apa yang kita berikan.

Miliki impian-impian yang besar. Kerja besar untuk perubahan besar. Miliki sikap takut dan harap kepada Allah sebagai sayap iman kita untuk terbang menuju puncak impian. Kebenaran ada di luar sana. Bukan di dalam tidur-tidur panjang. Kebenaran dan Ilmu adalah hikmah yang tercecer. Cari dan miliki. Walaupun nanti harus ke negeri orang sekalipun. Jauh dan menjenuhkan....

Tuesday, June 3, 2008

Sayap – Sayap Iman

Dengan dikumpulkanya UAS Computational Logic (take home) senin (2/6) sore, berarti berakhir pula semua usaha saya pada semester ini. Berbagai ikhtiar telah dikeluarkan untuk menimba ilmu Allah dan meraih hasil yang terbaik. Tidak mau berbicara banyak soal hasil kuliah. Kalau memang harus kembali belajar kuliah yang sama tahun depan, ya ridho saja. Entah mengapa saya menjadi orang yang begitu menerima hasil sekarang. Mungkin setelah menghayati tulisan ini. Jangan terlalu gembira dan jangan pula terlalu bersedih hati atas apa yang kita dapatkan.

Berbicara dengan Dinding Kamar

Bernafas lega? Sepertinya belum bisa. Tidak sempat lagi mikirin hasil kuliah. Ada yang mau terbit di kampus belum bisa, ada tiga acara besar berbeda di sekolah sebagai puncak rangkaian madrasah di masing-masing tingkatan, ada target yang harus di kejar mati-matian karena menyangkut banyak orang, ada program yang harus diselesaikan tapi progressnya masih jauh, ada... ada... Takut semuanya berakhir dengan tidak indah.

Memang bener-bener tidak enak menjadi orang yang paling ‘ganteng’, baik secara umur maupun secara struktur. Siapa yang benar-benar peduli. Tidak ada lagi sms tausyiah penyemangat ketika down, tidak ada lagi diskusi ketika ada masalah, tidak ada lagi pengingatan ketika khilaf, dan tidak ada lagi canda tawa ketika jenuh. Semua orang seperti berubah. Bahkan dia, orang yang paling cheerful dan nyablak yang pernah saya kenal, sekalipun kini menjadi sungkan. Seperti tidak punya siapa-siapa.

Ketika malam menjemput senja sepertinya ingin meninggalkan dunia ini. Mematikan semua alat komunikasi, berjalan jauh entah kemana, atau bahkan mengunci rapat pintu di kamar. Merenung dan sesekali berbicara pada dinding kamar. Mengapa saya berada dalam posisi ini. Sepertinya saya tidak pantas berada dalam jajaran majelis para pemimpin. Memimpin orang-orang yang memiliki kafaah yang jauh lebih tinggi dari saya.

Membenci Fajar

Apalagi yang bisa dilakukan, ketika merasa seperti ini, selain tilawah sampe puas. Kerinduan pun terasa memuncak ketika angin malam menunjukkan kelasnya dengan menusuk sampai ke tulang yang paling dalam. Di saat semua terlelap, saya sepertinya baru menemukan hidup. Sucikan diri, sucikan hati, dan sucikan pikiran.

Menangis... Menangislah kalau harus menangis... Tangisilah perbuatan-perbuatan dzalimmu. Sadarilah semua kelemahan-kelemahanmu. Tangisilah kesombongan-kesombonganmu. Menangislah dalam puncak iman di hadapan satu-satunya Dzat Yang Maha Penyayang. Jangan banyak merepotkan qiyadah dan murabbimu dengan keluh kesahmu. Hanya Allah-lah yang mampu membolak-balikkan hatimu, hanya Dia lah tempat kau berharap dan meminta pertolongan.

Kalau sudah begini, sepertinya saya ingin membenci fajar. Fajar yang selalu membuyarkan harapan saya untuk memiliki malam yang tanpa batas. Sadar!... Sadar!... Jangan cengeng seperti anak baru kemarin sore! Orang-orang sepertimu tidak punya hak untuk berlama-lama down. Bisa bubar semua urusan.

Semangat-semangat Chan! Banyak yang berhak mendapat senyummu. Banyak yang menunggu inisiatifmu. Banyak yang tantangan yang harus kau taklukan. Jangan kecewakan orang-orang yang kaucintai. Jangan turuti ego untuk terus terlelap dalam gelap. Tatap terang duniamu yang indah dengan berbagai madrasah ujian yang akan menaikkan derajatmu di mata Allah. Miliki kembali semua harapan itu. Di balik kesulitan ada kemudahan. Sungguh dibalik kesulitan ada kemudahan.

Sunday, May 25, 2008

Finally...

Hiuhhh.... Alhamdulillah. Finally I finished this task this night.

Thanks for Smile and Mala for your important information. Thanks for Ilman and Nulad for your technics help. Thanks for Mss. Ami, Mr. Heru, and Mss. Bela for your recomendation letters. Thanks all.

I have finished my job for giving my best ikhtiar. Next, I tawakal to Allah whatever the result. Hope for the best and prepare for the worst. I believe Allah will give the best although I think that's the worst.

Fa idza azzamta fa tawakal 'alallah.

What next? Final Exam, Final Document, Final Project. Yeah... I think this is the time to show our excellent in academic.

GO GO GO . . . FIGHT
FIGHT FIGHT . . . WIN WIN WIN ! ! !


Tuesday, May 20, 2008

Bahkan Tuhan Pun Tersenyum

“It’s not difficult for you. The problem is you only have two hours. If you have 24 hours, I believe all of you will have excellent score.” (Ms. Hilda)

Sabtu (17/5) pagi kemarin kelas TOEFL Preparation di LBI FIB UI. Ada kalimat yang tersimpan dalam long term memory saya. Sebuah kalimat dari Ms Hilda, fasilitator sesi pertama, yang kembali menyadarkan saya akan beberapa hal.

Tingkat kesulitan TOEFL memang tidak begitu tinggi, maksudnya sebagian besar soal dapat kita selesaikan dengan benar. Namun, sayangnya waktu yang disediakan untuk menyelesaikannya terbatas. Jadi memang harus benar-benar dipersiapkan dengan matang jika menginginkan hasil yang optimal.

Best Preparation Best Performance

Sekali lagi, sama seperti SPMB, TOEFL bukan ajang adu kepintaran, kecerdasan, apalagi kegantengan. Lebih kepada adu persiapan. Best Preparation Best Performance. Mungkin kesimpulan subjektif karena keluar dari seorang melankolis. Tapi tidak juga. Setelah digeneralisasi, ternyata banyak hal yang lebih merupakan adu persiapan.

Senangnya andai bisa tampil optimal pada setiap hal yang kita tekuni. Dalam hal apapun, dimanapun, kapanpun, dan bersama siapapun. Menjadi anggota maupun pemimpin dalam organisasi dan bisnis. Menjadi akademisi di kampus. Menjadi seorang hamba di mata Sang Pencipta. Memberikan banyak manfaat dan tidak mendzalimi siapapun, termasuk diri sendiri.

Mencintai Cinta

Memimpin tiga organisasi dan memegang tiga amanah stategis pada tiga organisasi lainnya bukan hal mudah. Jika dikalkulasi terhadap semua kegiatan, memang sudah melebihi batas rasional. Sepertinya saya butuh 3x24jam sehari untuk melakukan ini semua. Mungkin ini hikmah dibalik hilangnya buku agenda.

Namun demikian, saya bersyukur. Alhamdulillah saat ini saya menikmati semua amanah dan peran yang saya jalani. Saya tidak akan mengeluh apalagi mengkambinghitamkan hal lain selain diri saya jika menemui kegagalan bahkan sedikit ketidakoptimalan sekalipun.

Coba berlapang dada, terus dan terus evaluasi dan meningkatkan kualitas diri. Menyadari waktu yang kita miliki lebih sedikit dari pekerjaan yang harus kita lakukan. Meyakini Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita. Melakukan apa yang kita cintai dan coba mencintai apa yang kita lakukan.

Dia Pun Tersenyum

Dua moment menarik juga saya dapatkan pekan ini. Ketika sesi qada yara wa’i mentoring dan sesi tahliful qulub BPH Kalam. Pada dua kesempatan berbeda tersebut, seorang mentee dan seorang Kadep curhat mengenai kesibukannnya. Mereka tampak kepayahan atas amanah mereka. Saya tersenyum dan dalam hati berkata Andai Antum tahu amanah Ane yaa Akhi...

Saya yakin masih banyak orang yang jauh lebih sibuk dari saya. Terlepas mereka mencintai apa yang mereka lakukan atau tidak. Mereka pasti akan tersenyum jika melihat saya merasa kepayahan. Bahkan mungkin Allah swt, Tuhan yang Maha Mengatur Langit dan Bumi, pun akan tersenyum. Ya ampun nih anak ‘lucu’ bangat, baru dikasih ujian segini.

Entahlah... tapi rasanya sangat menyenangakan jika bisa memberikan alokasi waktu, tenaga, dan pikiran yang cukup dalam setiap amanah, termasuk menjadi mahasiswa yang berkewajiban untuk belajar dengan serius. Namun, sepertinya hanya mimpi di siang bolong jika berharap bisa ber-euforia dalam akademis.

‘Aneh’nya Anum...

Yang paling terasa adalah Anum. Entah udah berapa kali absen. Dari alasan nemenin Ipur persiapan sidang, briefing PKM, ngejar deadline PPL, sampai berangkat kesiangan. Di kelas lebih banyak bengongnya kalau sudah ketinggalan. Sehari sebelum UTS juga have fun seharian ngurusin 200-an anak pada daurah SMP se-kramat jati di UI. Seperti tidak sadar klo Anum besok ujian dan belum persiapan apa-apa. Jadilah 12 jam menjelang ujian, habis-habisan belajar bareng ‘ngebantai Anum’ bersama si Pur dkk. di kober. Ga tidur ga tidur deh.

Alhamdulillah hasilnya walau tidak terlalu bagus, tapi lumayan lah. Apalagi setelah di kasih tahu nilai rata-rata kelasnya sama Pak Heru di kelas, I’m not so bad. Puncaknya ketika semua nilai di publish di scele. Iseng sort datanya, ternyata I’m the first one.

Hidup memang ‘aneh’ dan penuh misteri, tak terkecuali hasil kuliah yang notabene lebih definitif dan terukur. Ada kuliah yang kita sudah punya dasarnya, belajar dari jauh-jauh hari menjelang ujian, lancar ngerjain tugasnya, tapi hasil akhirnya mengecewakan. Namun, ada juga yang ‘aneh’ kayak Anum ini. Ada yang sudah divonis mati dapet A ternyata tidak. Namun, ada juga yang cukup puas berharap lulus dengan nilai standar tapi malah dapet A.

Hasil memang ditangan Allah dan kewajiban kita hanya menyempurnakan azzam dengan berikhtiar keras kemudian bertawakal dengan menyerahkan segalanya kepada Alah ikhlas menerima apapun hasilnya. Walaupun pertolongan Allah adalah keniscyaan tapi tidak dapat diraih dengan gratis. Perlu kesabaran, pengorbanan, dan usaha yang serius. Senangnya punya teman-teman yang pintar, punya semangat belajar tinggi, dan suka menolong seperti Si Pur dan teman-teman satu kosannya di kober. Pembantaian harus dituntaskan, UAS harus lebih serius klo ga mau menemui hasil buruk seperti yang sudah-sudah. Mudah-mudahan ga ada masalah dengan absent.

Ambil Hikmahnya

Teringat pesan si Boz. Apapun kondisi kita sekarang, percayalah ini adalah kondisi yang menempa kita mencapai hasil yang optimal. Sebuah intisari mendalam mengenai hikmah Sirah Nabawiyah tentang kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya.

Mungkin karena inilah Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk kuliah di Fasilkom UI, jurusan yang memang benar-benar saya minati. Mungkin karena inilah saya masih tetap cumlaude, paling tidak sampai semester kemarin (soalnya agak pesimis sama semester ini).

Seringkali kita mati-matian menjalankan dan menjaga amanah (walaupun karena hal sepele, tak jarang mengecewakan orang lain). Tanpa disadari, amanah secara otomatis menjaga kita. Menjauhkan kita dari kesia-siaan dunia ketika melihat to do list berisi pekerjaan-pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan. Membuat kita berpikir dua kali untuk melakukan maksiat karena takut hilangnya keberkahan dan pertolongan Allah pada setiap ladang amal yang kita garap.

Yap itulah menariknya hidup. Ketika semua orang diberikan jatah waktu yang sama dalam sehari dan diberikan kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukannya. Orang-orang besar seperti para pemimpin dunia dan penemu hebat dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan besar. Sementara golongan lainnya hanya berkeluh kesah. Semoga kita menjadi orang-orang yang sabar dalam meraih rencana masa depan dan tetap istiqamah menjaga komitmen dalam berjuang. Amin

***

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh amat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah al haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan Azzammu semakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti

(Jalan Juang - Izzatul Islam)