Monday, May 30, 2011

Persistence Makes Difference

"Nothing in the world can take the place of Persistence. Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb. Education will not; the world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent. The slogan “Press On” has solved and always will solve the problems of the human race." (Calvin Coolidge)

Alhamdulillah, hari ini dah submit first draft report. Seems my eyes are full of formulas now @_@. Malem ini, Profesor berangkat ke Poland buat ngisi dua invited talks dan bakal stay selama 5 hari di sana. Beliau minta draft reportnya dikirim sebelum berangkat jadi bisa bawa hard copynya buat dicorat coret di jalan. Walau memberi beberapa early feedbacks saat meeting siang tadi, beliau menyatakan overall cukup puas. Ya, ga sia-sia melewatkan nonton bareng final champion league..

Sebenernya malem ini seperti beberapa malam terakhir, nginep di apartmentnya Ardi bertiga sama Rey. Sendiri ga produktif, jadi diputuskan untuk bareng-bareng ngerjain kerjaan masing-masing. Yang berbeda, sedikit lebih senggang malam ini. Sejenak melupakan riset, nonton final coppa italy, dengerin streaming Dakta or Gen FM, dan nge-blog ah..

Oh, udah dua tahun ya puasa nge-blog di Life Journey. Dulu hampir setiap pekan update, bahkan dengan hal-hal ga penting sampe2 banyak yang harus di-unpublish lagi. Sekarang blog ini jarang di-update padahal begitu banyak hal yang sepertinya layak untuk dituliskan..

Serpihan demi serpihan pengalaman itu sudah mulai menunjukkan gambar besar makna kehidupan. Langkah demi langkah kecil nan konsisten ini sudah mulai menuntun diri ke ranah yang lebih serius..

Ternyata hasil yang memuaskan itu memang lahir dari kerja keras dan ketekunan. Pemahaman materi untuk exam yang memuaskan tidak disiapkan dalam 1-2 malam. Presentasi yang amazing tidak disiapkan hanya dengan 1-2 kali latihan. Report yang excellent tidak ditulis dalam 1-2 pekan. Prestasi gemilang tim sepakbola seperti Barcelona tidak lahir dari 1-2 tahun pembinaan. Masih banyak yang harus diperbaiki dari diri ini..

Banyak yang ingin dilakukan. Tapi sekarang, saya hanya ingin memilih beberapa hal saja yang penting dan memang layak untuk diperjuangkan. Ya supaya bisa memberikan waktu dan perhatian yang lebih untuk hal2 tersebut. Life gets challenging and time gets tough. I want to do all of important things in the way it should be, insha Allah..

"Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sunguh urusan yang lain"

(Al Insyirah: 7)

Thuwal - KSA, 30 May 2011

2:28 (GMT+3)

Sunday, November 22, 2009

Strategi Bakar Kapal..

"Wahai seluruh pasukan, ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian laut, dan di depan kalian adalah musuh. Demi Allah, satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Musuh dengan jumlah besar dan persenjataan lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian adalah pedang.” (Pidato Thoriq bin Jiyad di Jabal (bukit) Thoriq - Gibraltar, setelah membakar kapal-kapalnya) [1]

Waktu itu hari selasa pekan ketiga Mei 2009. Sore hari ada janji untuk bertemu dengan Pak Rahmat untuk mediskusikan progress TA dan persiapan ke Tokyo. Tiba tiba Pak Rahmat melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke MMU Lab siang harinya. Tenyata sore harinya beliau ada rapat jadi semua jadwal konsultasi hari ini dilakukan saat itu juga di MMU Lab.

Satu per satu Pak Rahmat mendatangi anak-anak S1 dan S2 yang sedang mengerjakan skipsi dan thesis, semuanya dengan bimbingan beliau. Saat itu, saya pertama kali melihat Pak Rahmat memberi 'wejangan' dengan nada yang bikin deg-degan. Tibalah saatnya beliau duduk di samping saya dan bertanya "Gmn progressnya Mas Chandra?". Saya menyampaikan apa adanya. Ketika itu baik program maupun laporan progressnya tidak memuaskan. Hmm.. siap mental nih buat di-semprot kayak anak-anak S2.

Kekecewaan dan rasa tidak puas tidak dapat disembunyikan dari wajah Pak Rahmat. Lab sunyi sesaat, tak ada suara dari saya, beliau, apalagi anak-anak MMU Lab lainnya. Akhirnya beliau memecah keheningan dengan berkata, "Kalau saya lihat mata kamu, kamu tuh seger banget. Ga seperti orang yang sedang kerja keras. Kamu belum sungguh-sungguh dan belum mengeluarkan semua kemampuan." Aduh, ingin rasanya menceritakan bahwa weekend kemarin saya nginep di Lab demi ngejar target TA, pulang-pulang sakit (mual dan pusing), dan senin harus istirahat di rumah dan tidur cukup pada malamnya. Itulah kenapa hari ini (selasa), saya dateng kempus dengan FIT dan segar. Tapi, saya tidak ingin banyak beralasan dan menurunkan standar beliau terhadap saya.

Ketika saya berpikir akan mendapat wejangan susulan yang serupa dengan yang diterima anak-anak S2, beliau mengatakan dengan lembut "Mas, kamu tahu Muhammad Al Fatih? Dia bisa memenangkan peperangan karena rajin bangun malam." Pikiran saya langsung melayang ke kisah emas penaklukan byzantium konstantinopel oleh pasukan yang dipimpin oleh pemuda yang tidak pernah meninggalkan qiyamul lail semenjak akil balik tersebut. Sebuah kisah yang sudah diprediksi Rasulullah dalam hadisnya:

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. [2]

Beberapa kali pasukan muslim coba untuk menembus konstantinopel. Akhirnya, 6 Abad setelah rasulullah berkata demikian, hal itu menjadi kenyataan. Ternyata pasukan dan komandannya benar-benar yang terbaik. Mereka punya kedekatan yang luar biasa dengan Allah swt. Subhanallah..

Cerita pada siang itu masih berlanjut. Akhirnya Pak Rahmat menanyakan tentang persiapan saya ke Tokyo. Rencana yang ditetapkan bersama Prof. Hirota pertengahan Maret lalu, saat beliau mengunjungi Depok, adalah 13 Juni - 11 Juli 2009. Pak Rahmat meminta saya untuk sidang sebelum berangkat ke Tokyo, saya menyanggupinya, dan inilah yang kita sebut sebagai planning.

Sepertinya mulai terasa berat untuk sidang sebelum ke Tokyo. Terlintas dalam pikiran saya plan B, mungkin bisa sidang setelah pulang dari Tokyo. Saya bisa menyempurnakan TA di sana, sepertinya menarik. Langsung saya utarakan siang itu juga menyambung pertanyaan Pak Rahmat tentang persiapan ke Tokyo, "Pak Saya punya Plan B, gmn klo sidangnya setelah dari Tokyo. Jadi begini..." Belum sempat saya menyampaikan pendapat apalagi menyertakan argumen, Pak Rahmat langsung memotong dengan tegas "Ga bisa. Klo kamu punya Plan B, kamu ga akan mati-matian menjalankan Plan A." Suasana kembali hening, namun kali ini tidak berlangsung lama. Beliau kemudian melanjutkan, "Kamu inget Gibraltar? Bagaimana dia bisa menang?" Yup, dia dan pasukannya bisa menang karena mereka tak punya pilihan lain selain harus menang. Begitu berlabuh, Thoriq bin Jiyad memerintahkan untuk membakar kapal-kapal yang membawa mereka dari Afrika ke Eropa. Ini berarti tidak ada jalan mundur dari medan perang.

Sepertinya Pak Rahmat tidak punya banyak waktu lagi untuk mengurusi saya. Dia harus segera pergi. Beliau secara taktis memberikan langkah-langkah teknis yang harus saya lakukan ke depan. Akhirnya beliau menutup diskusi siang itu dengan berkata "Ga ada Plan B, yang ada hanyalah Plan A atau mati sebagai syuhada!"

Setelah diskusi itu, saya sadar bahwa saya harus melakukan sesuatu. Contact Japanese Embassy untuk segera mengurus visa. Contact makara tour and travel untuk booked round trip ticket. Contact academic advisor untuk memberikan tanggal fix berangkat ke Tokyo dan meminta menyiapkan segala sesuatunya. Setelah melakukan itu, saya sadar bahwa saya telah membakar kapal. Tak ada pilihan lain selain harus fokus pada plan A, bekerja keras, berdoa, dan bertawakal.

Hidup memanglah sebuah rangkaian keputusan penting. Seringkali hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Teruslah mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah. Semoga Allah selalu menunjukkan kita jalan yang benar, memberikan kekuatan untuk melaluinya, dan meridhai niat dan usaha yang kita lakukan.

"Jika engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah"
(QS. Ali Imran:159)

Thuwal - KSA, 22 November 2009
2:57 am (GMT+3)

~ sebuah fragmen pelajaran berharga dari Pak Rahmat, best Ph.D graduate student from Tokyo Institute of Technology(TIT) 2006 dan peneliti muda terbaik Universitas Indonesia (UI) 2008. Sudah setengah tahun berjalan, tapi masih terkenang jelas.

References:
[1] http://www.antaranews.com/print/?i=1246361813&t=k
[2] http://www.facebook.com/note.php?note_id=77665247122&comments

Saturday, May 2, 2009

Kecenderungan Hati..

Ternyata cinta, kecenderungan hati, dan rasa untuk memilki adalah tiga hal yang berbeda...

Tak selamanya kecenderungan hati adalah sebuah cinta suci

Ia mungkin adalah sebuah pengakuan akan kelebihan,
mungkin sebuah apresiasi hati akan pertolongan,
mungkin sebuah penghargaan akan pencapaian,
atau mungkin sebuah kekaguman akan ketegaran

Tak ada yang dapat membatasi kecenderungan hati
Tak ada pula yang bisa meyakinkan bahwa itu adalah sebuah cinta suci

Lagu bagaimana dengan cinta dan rasa untuk memiliki?..

Entah bagaimana mendefinisikan arti cinta, sebuah kata yang dikagumi banyak manusia
Yang ku tahu dia adalah rasa untuk memberi dan berbagi
Rasa untuk melihat orang yang dicintai mendapatkan apa yang terbaik untuknya
Dan kau tak perlu memiliki Cinta untuk bisa memberikan cinta

Tak selamanya cinta berlabuh pada saling memiliki
Yeah.. cinta dan rasa untuk memiliki memang dua entitas yang berbeda
Mungkin itu sebabnya para pujangga selalu melantunkan bahwa cinta tak harus memiliki..

Fren, hati itu bagaikan es *
Jangan kau biarkan ia mencair dalam wadah yang tidak halal
Biarkan ia tetap beku supaya ia dapat memberikan kesejukkan pada sekitarnya
Sampai saatnya ia mencair disaat yang tepat..

Fren, hati itu memang tidak mudah **
Jika kau sudah siap,
Segera milikilah kecenderungan hati dan mari kita bersilaturahim dengan cara yang syar'i
Namun jika belum,
Jangan pernah sedikitpun kau bermain hati

Lalu kemanakah akan kubawa hati ini?..

Pada setiap malam yang dingginnya begitu menusuk tulangku
Pada perjalanan-perjalanan indah yang sepinya begitu menggugah hatiku
Pada berbagai ujian yang tantangannya begitu melelahkan raga dan pikiranku
Pada luar biasanya kenikmatan dunia yang begitu terasa hampa untuk kesendirian diriku
Pada kondisi dimana rukun nomor lima dan menggenapkan setengah agama sudah terhitung wajib untukku

Kan kubawa untuk memiliki kecenderungan
Atau tetap kujaga agar tak seorang pun mengisi ruang hampa didalamnya?
Jika saat ini ku harus memilih antara mencari kecenderungan hati atau menjaganya tetap suci,
Ku akan pilih untuk fokus menyelesaikan skripsi..

Now, I just want to be happy with fuzzy
After it finish, everything will be easy

* sms seseorang di Jogja
** nasehat seorang Ustadz

Diposting pada 6:31 WIB 2 Mei 2009 @R1231 Fasilkom UI
Multimedia Understanding Research Laboratory

Diambil dari kumpulan puisi "Romantic Research at Red Sea"

Tuesday, November 11, 2008

Smile Recognition in Recognition Event (2/4)

Day#2 Let's Enjoy The Game

"Chandra is studying for a bachelor's degree in computer science at the University of Indonesia. His dream is to become world-class researcher, and he has already experienced many research activities in the form of course assignments, research papers, and work experience. He has taken part in the Student Scientific Research Competition, which is held by the National Education Department of Indonesia, and in 2007 and 2008 he won a research grant in applied technology from the National Education Department. To further his learning, Chandra became a teaching assistant in several courses in his major, and he is a member the Enterprise Application Lab Microsoft Innovation Center University of Indonesia. For his master program, Chandra would like to study applied mathematics and computational science." (Student Roster Book)

That's my profile printed in the Student Roster Book KAUST Discovery Scholarship Recipient from Asia - Singapore November 8-9. Let's continue smiling :)

Smile#5 Enjoy Pan Pacific Room (1.30 am - 3 am)

I get room number 2122. Take lift to floor 21th and search number 2122. When enter the room, I'm so exciting. Although I have expected before that the room will be luxurious, there's still amazing for me.

Just check all the facilities. Bath room, LCD TV, power supply, internet, lamp, AC, mini bar, etc. Just for make sure that I can use all of them. I'm really interesting to read all material given in the seminar kit, include student biographies. Let's enjoy the comfortable room alone :)

Smile#6 Enjoy Singapore Scenery from Floor 21th (7 am - 10.30 am)

Good morning everybody. After performed shubuh, It's good idea to read Al Ma'tsurat remembering Allah, grateful for the great opportunity.

Let's open the wall to see how Singapore in the morning. Oh.. there's a beautiful view from Floor 21th Pan Pacific. Let's enjoy the beautiful scenery :)



Smile#7 Enjoy Trailer Holiday from Pan Pacific to NUS (11.05 am - 11.30 am)

The first event will held in NUS. Wear casual dress and nametag. See the information behind the nametaq, I get Bus A.

When travel form Pan Pacific to NUS, the guide explain some place we see in right and left hand side. There's A1's sircuit, there's a shopping center, etc. Really crazy city coz there's so clean and beautiful.

Just like see trailer movie for the movie that not release yet. I have trailer holiday. See manythings but can't go in any place. Maybe this night or tommorrow night I will go there. Hopefully. Let's enjoy the city :)

Smile#8 Enjoy Ice Breaker (00.30 pm - 1.30 pm)

After lunch, we have ice breaker session. Really interesting to talk and know one and each other. Of course this is good time to practise my speaking skill. There's two games given. I think it so interesting. Let's enjoy practise English :)




Smile#9 Enjoy IDP Explanation (1.30 pm - 4 pm)

Honesty, I really want to meet my advisor, Ms. Jamie Bellis. She can't come to this event. Other advisors, Ms. Saroj, Mr. Brian and Mr. Piriya, are so interesting.

They explain more detail about this scholarship. What we will get and what our responsibility. They also explain about Individual Development Program (IDP). Really exciting, this is what I need to improve my skill sets. Let's enjoy the program :)

Smile#10 Enjoy Mount Everest Simulation (7 pm - 9 pm)

Before dinner, there's a simulation that we have to performed. in group of six. I join group#30. This simulation will take online so we can do it after recognition event.

Just listen the explanation of the simulation and make strategy how to make it done. This is team work simulation. Let's enjoy make strategy to do it in different country :)


Smile#11 Enjoy Reflection in Fountain of Wealth (10 pm - 11.30 pm)


There's an appointment tonight with my friend, Rizky Mardian, who held his exchange program here. But there's miscommunication. I'm sorry guy. I got your message given in the receptionist. Thanks for coming.

I don't know Singapore event just a little of the city. I don't have Singapore Dollar. The nearest money changer that still open is in the Mustafa Center. Oh.. just walking down the street with Mas Afif, my senior in current university. Let's make a plan. Toninght we just walking down the street, enjoy the night, take picture in nice place, or other interesting activities. Tommorrow night we use a lot of money to shop.

There's a nice place to take a 'rest', Fountain of Wealth. Guiness Book of The Record mark it as The World's Largest Fountain. Under the moon light, between five big integated building, listen soft music concert, we talk about life as a adult person. Let's do great reflection :)

Smile Recognition in Recognition Event (1/4)

Day#1 Journey to Singapore

This weekend maybe the best weekend that I have ever had. There's an invitation to join Regional Recognition Event in Singapore at November 8-9th 2008. This event hold to honor Cycle II KAUST Discovery Scholarship Recipient form Asia and the Pasific region. In Day#3, I know that this is part of the Individual Development Program (IDP) to upgrade the scholar's skill so that they ready to matriculate in KAUST Graduate (Master) Degree Program.

Let me free my mind from all problem in Indonesia.
I want to enjoy this event. I feel my mind is smiling. I feel my heart is smiling. I recognize a lot of my 'amazing' smiles during the event :)

Smile#1 Soekarno-Hatta's Smile (5pm - 6.45pm)

Honesty, this is my first time fly and go abroad. This is one of my dream. So, that day one of my dream will come true. Let's smile :)





Smile#2 KLIA's Smile
(8.25pm - 10.45pm)

Malaysia became the first foreign country that I visited. I don't know why we should transit in KL. Kuala Lumpur Internatioal Airport (KLIA) is comfortable to transit. There's a train in the Airport to bring us from Terminal 2 to the Main Terminal, the place that we will depart to Singapore. Let's smile :)


Smile#3 Changi's Smile
(11.40pm - 00.10am)

Finally we arrive in Singapore. Based on the place we depart, there're two groups from Indonesia, Jakarta and Surabaya. Beside these two groups, there is one person who directly depart from Japan coz she has exchange program there.

Beside Indonesian's groups there're also group from Malaysia, Philipine, India, and Thailand that arrive in the same time.
Some persons with KAUST Flag welcome us. Let's smile :)

Smile#4 Pan Pasific's Smile (00.40 - 01.30am)

Some advisors wait in the Pan Pasific. Collect the passport for check in, get some instruction and explanation about the event, get starter kit with stipend in citibank check, get to know one and each other.

In the starter kit, there is a book titled Student Roster. In this book, we can see photos and biographies of all students. It is interesting to search my name, look my photo, read what they say about me. Oh.. Subhanallah, really a handsome boy with great achievement. Let's smile :)


Friday, October 24, 2008

Something Like This That I Will Say In The Future

“... Untuk istri saya yang saya cintai, Henny Marcyani, terima kasih saya ucapkan yang telah menerima saya seadanya – just the way i were – sebagai pendamping hidupnya. Sulit menggambarkan perasaan saya lebih dari 20 tahun lalu sebagai seorang penerima beasiswa UI yang berpenampilan seadanya yang ternyata diterima oleh seorang mahasiswi nan rupawan. Kampus UI Salemba terutama taman FE UI telah menjadi saksi bisu kita. Terima kasih yang sangat khusus juga saya ucapkan kepadanya karena sejak ia lulus sarjana Matematika FMIPA UI telah setia sebagai istri dan ibu rumah tangga penuh waktu. Mohon tak segan-segannya mengingatkan saya, walaupun sudah PHD (Profesor, Haji, Doktor), namun PHD kan juga manusia! yang bisa saja berbuat salah!. Semoga kita selalu dapat mengisi kekurangan kita masing-masing dan menjadikannya sebagai ladang ibadah kita untuk menggapai ridha-Nya, tetap istiqamah berjalan di jalan Allah dalam rangka menuju keluarga sakinah, mawadah, warahmah serta mencapai kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat nanti Amin ...”

(Kutipan Kalimat Prof. Heru Suhartanto dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap bidang Komputasi Parallel pada Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia. Depok, 15 Oktober 2008)

***

Sebenarnya banyak yang disampaikan Pak Heru dalam Pidato Pengukuhannya yang berjudul Peluang dan Tantangan Aplikasi Grid Computing di Indonesia. Kalau di kutip semua panjang banget donk. Jadi diambil bagian yang paling menarik dan berkesan aja. Tapi sebagian besar menginspirasi kok.

Ada ucapan yang belum tersampaikan secara langsung dari saya kepada beliau. Sebuah ucapan terima kasih karena telah menjadi 1 dari 3 recomenders saya dalam mendapatkan beasiswa Master. Suatu saat Insya Allah saya menyampaikan pidato seperti itu dan mengatakan hal seperti itu. Ucapan terima kasih kepada orang-orang yang mendukung saya. Kalo di panggung Internasional pasti lebih mantap kali ya :)

Wednesday, September 17, 2008

Biarkan Waktu Menyelamatkan Cinta

Di suatu pulau kecil, tinggallah bermacam-macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun, suatu ketika, datang badai menghempas dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak bisa berenang dan tidak punya perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku! " teriak Cinta "Aduh, Maaf Cinta! " kata Kekayaan, "Perahuku sudah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagipula tak ada lagi tempat bagimu di perahu ini." Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku! ", teriak Cinta Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang. Ia kian panik....

Tak lama lewatlah Kecantikan "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu! ", teriak Cinta. " Wah, Cinta! Kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini, sahut Kecantikan". Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu, " kata Cinta. " Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...", kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa... Ia merasa air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah, tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku! " Cinta menoleh ke suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itulah barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada penduduk di pulau itu. "Siapa sebenarnya orang tua tadi?", tanya Cinta "Oh, orang tua tadi. Dia adalah Waktu." kata orang itu "Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku enggan menolongku." tanya Cinta heran "Sebab," kata orang itu, "HANYA WAKTU-Lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu."

(dari Milis Pimnas 2007 ‘jeng-jong-jeng’ – Subjek Asli: Kisah Cinta dan Waktu)

Ketika tercipta suatu kondisi yang membuat cinta kita berada dalam kesulitan, terkadang kita tidak bisa selalu melampiaskan pada kegembiraan ataupun kesedihan. Biarkan waktu yang akan membawa cinta ini kembali kepada hakikatnya. Berilah aku waktu untuk cintaku!...