Ternyata cinta, kecenderungan hati, dan rasa untuk memilki adalah tiga hal yang berbeda...
Tak selamanya kecenderungan hati adalah sebuah cinta suci
Ia mungkin adalah sebuah pengakuan akan kelebihan,
mungkin sebuah apresiasi hati akan pertolongan,
mungkin sebuah penghargaan akan pencapaian,
atau mungkin sebuah kekaguman akan ketegaran
Tak ada yang dapat membatasi kecenderungan hati
Tak ada pula yang bisa meyakinkan bahwa itu adalah sebuah cinta suci
Lagu bagaimana dengan cinta dan rasa untuk memiliki?..
Entah bagaimana mendefinisikan arti cinta, sebuah kata yang dikagumi banyak manusia
Yang ku tahu dia adalah rasa untuk memberi dan berbagi
Rasa untuk melihat orang yang dicintai mendapatkan apa yang terbaik untuknya
Dan kau tak perlu memiliki Cinta untuk bisa memberikan cinta
Tak selamanya cinta berlabuh pada saling memiliki
Yeah.. cinta dan rasa untuk memiliki memang dua entitas yang berbeda
Mungkin itu sebabnya para pujangga selalu melantunkan bahwa cinta tak harus memiliki..
Fren, hati itu bagaikan es *
Jangan kau biarkan ia mencair dalam wadah yang tidak halal
Biarkan ia tetap beku supaya ia dapat memberikan kesejukkan pada sekitarnya
Sampai saatnya ia mencair disaat yang tepat..
Fren, hati itu memang tidak mudah **
Jika kau sudah siap,
Segera milikilah kecenderungan hati dan mari kita bersilaturahim dengan cara yang syar'i
Namun jika belum,
Jangan pernah sedikitpun kau bermain hati
Lalu kemanakah akan kubawa hati ini?..
Pada setiap malam yang dingginnya begitu menusuk tulangku
Pada perjalanan-perjalanan indah yang sepinya begitu menggugah hatiku
Pada berbagai ujian yang tantangannya begitu melelahkan raga dan pikiranku
Pada luar biasanya kenikmatan dunia yang begitu terasa hampa untuk kesendirian diriku
Pada kondisi dimana rukun nomor lima dan menggenapkan setengah agama sudah terhitung wajib untukku
Kan kubawa untuk memiliki kecenderungan
Atau tetap kujaga agar tak seorang pun mengisi ruang hampa didalamnya?
Jika saat ini ku harus memilih antara mencari kecenderungan hati atau menjaganya tetap suci,
Ku akan pilih untuk fokus menyelesaikan skripsi..
Now, I just want to be happy with fuzzy
After it finish, everything will be easy
* sms seseorang di Jogja
** nasehat seorang Ustadz
Diposting pada 6:31 WIB 2 Mei 2009 @R1231 Fasilkom UI
Multimedia Understanding Research Laboratory
Diambil dari kumpulan puisi "Romantic Research at Red Sea"
Saturday, May 2, 2009
Thursday, January 29, 2009
Finally...(3)
Ini terusannya Finally... dan Finally...(2). Fase ketiga dari serangkaian proses yang harus ditempuh. Mudah-mudahan ini jadi edisi yang terakhir.
Alhamdulillah, weekend yang padat itu terlewati juga. Berbagai usaha untuk telah dilakukan. Pertama belajar, kedua belajar, ketiga belajar. Semua untuk mendapatkan performance terbaik.
How about the performance in the day? Not so bad but not so good. I know this will be better but I don't know how exactly the result, pass or failed
"Let's pray for the best! =)" itu kata Mr. Piriya di akhir emailnya. Yap sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain berdoa untuk yang terbaik. Saatnya bertawakal.
Hope for the best and prepare for the worst.
Alhamdulillah, weekend yang padat itu terlewati juga. Berbagai usaha untuk telah dilakukan. Pertama belajar, kedua belajar, ketiga belajar. Semua untuk mendapatkan performance terbaik.
How about the performance in the day? Not so bad but not so good. I know this will be better but I don't know how exactly the result, pass or failed
"Let's pray for the best! =)" itu kata Mr. Piriya di akhir emailnya. Yap sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain berdoa untuk yang terbaik. Saatnya bertawakal.
Hope for the best and prepare for the worst.
Friday, January 9, 2009
Great Job Guys!...
Alhamdulillah semua nilai semester ini dah keluar. Hasilnya diluar dugaan. Kirain semester ini adalah semester terburuk sepanjang karir di Fasilkom (halah). Ternyata nilai-nilainya cukup memuaskan jika dibandingkan dengan performa selama kuliah.
Yap, pasti ini karena dapet temen-temen sekelompok yang outstanding. Makasih buat Ikhlas (Soft Computing - SofCom), Nulad dan Hari (Robotics), Alan, Intan, Meri (Research Methodology - MetPen). Mudah-mudahan kalian juga dapet hasil yang perfect. Makasih juga buat Agung (KP) dan Bobby, Isa, Sagi, Nulad, Fape, Didit (KoMas). Ya walaupun nilainya ga perfect tapi sangat memuaskan.
Makasih ya temans. Ga tahu jadinya semester ini tanpa kalian. Maaf nih, saya banyak kekurangan selama mengerjakan tugas kelompok. We did great job Guys!
Yap, pasti ini karena dapet temen-temen sekelompok yang outstanding. Makasih buat Ikhlas (Soft Computing - SofCom), Nulad dan Hari (Robotics), Alan, Intan, Meri (Research Methodology - MetPen). Mudah-mudahan kalian juga dapet hasil yang perfect. Makasih juga buat Agung (KP) dan Bobby, Isa, Sagi, Nulad, Fape, Didit (KoMas). Ya walaupun nilainya ga perfect tapi sangat memuaskan.
Makasih ya temans. Ga tahu jadinya semester ini tanpa kalian. Maaf nih, saya banyak kekurangan selama mengerjakan tugas kelompok. We did great job Guys!
Waiting for Sunset, 6.30 WIB-4
Red Sea - Jeddah
Red Sea - Jeddah
Sunday, January 4, 2009
21 days remaining
Bukan hidup namanya kalau tanpa perjuangan. Ada sesuatu yang kembali harus diperjuangkan walaupun sedang pengen-pengennya bersantai dan menikmati liburan. Yap, semua harus diTUNTASkan!!!
Terima kasih khususnya buat Ilman dan Nulad yang membuat kembali optimis menjalani perjuangan pamungkas ini. Siap deh abis-abisan dan berkomitmen penuh dalam 21 hari kedepan.
Bismillah...
Terima kasih khususnya buat Ilman dan Nulad yang membuat kembali optimis menjalani perjuangan pamungkas ini. Siap deh abis-abisan dan berkomitmen penuh dalam 21 hari kedepan.
Bismillah...
Night before Umroh, 02.33 WIB-4
Jeddah Hilton Hotel
Jeddah Hilton Hotel
Sunday, November 30, 2008
The Climbers
Malam ini kembali melanjutkan Mount Everest Leadership and Team Simulation bersama Eki (UI), Putri (ITS), Fahmi (ITS), Ronell (Manila Univ.), dan Khalid (NUS). Hmm.. ternyata tidak bisa diselesaikan malam ini, ya sudah berarti kita sambung lagi pekan depan. Paling tidak, saya mengingat kembali sebuah pelajaran malam hari ini. Sebuah pelajaran lama tentang cara pandang dalam melihat tujuan hidup yang ingin dicapainya.
Ada tiga jenis manusia ketika melihat sebuah puncak gunung, diantara:
#1 Quiters
Ketika melihat puncak gunung, orang ini merasa puncak itu begitu jauh dan tinggi. Seketika dia berkata, saya tidak mungkin mencapainya.
#2 Campers
Ketika melihat puncak gunung, orang ini berkata sepertinya saya bisa meraihnya. Dia mencoba mendaki gunung tersebut. Di tengah perjalanan dia kelelahan dan membangun sebuah kemah untuk peristirahatan. Namun, dia mengeluh dan merasa tidak dapat meneruskan perjalanan. Begitu lama dia berada dalam kemah dan akhirnya dia benar-benar tidak meneruskan perjalanan.
#3 Climbers
Ketika melihat puncak gunung, orang ini meyakini sepenuh hati bahwa dia dapat mencapai puncak gunung tersebut. Kemudian di berusaha keras untuk mencapainya. Berbagai kondisi dialami, berbagai tantangan dan hambatan pun dihadapi. Dia tidak pernah menyerah, selalu mencoba bangkit, berjuang dan terus berjuang. Orang ini benar-benar mencapai puncak gunung tersebut.
Nah bagaimana dengan kita. Ketika kita melihat kehidupan yang ingin kita raih, apapun itu, sikap seperti apa yang kita pilih. Menjadi seorang quiter yang langsung menyerah dan berkata itu tidak mungkin untuk saya, menjadi seorang campers yang berhenti di tengah jalan setelah berbagai hal yang telah dilakukannya, atau menjadi climbers yang terus berjuang sampai kita meraih apa yang kita impikan?
"Suskes Memang Sulit, tapi Jauh Lebih Sulit Kalau Tidak Sukses"
(kata orang bijak)
Ada tiga jenis manusia ketika melihat sebuah puncak gunung, diantara:
#1 Quiters
Ketika melihat puncak gunung, orang ini merasa puncak itu begitu jauh dan tinggi. Seketika dia berkata, saya tidak mungkin mencapainya.
#2 Campers
Ketika melihat puncak gunung, orang ini berkata sepertinya saya bisa meraihnya. Dia mencoba mendaki gunung tersebut. Di tengah perjalanan dia kelelahan dan membangun sebuah kemah untuk peristirahatan. Namun, dia mengeluh dan merasa tidak dapat meneruskan perjalanan. Begitu lama dia berada dalam kemah dan akhirnya dia benar-benar tidak meneruskan perjalanan.
#3 Climbers
Ketika melihat puncak gunung, orang ini meyakini sepenuh hati bahwa dia dapat mencapai puncak gunung tersebut. Kemudian di berusaha keras untuk mencapainya. Berbagai kondisi dialami, berbagai tantangan dan hambatan pun dihadapi. Dia tidak pernah menyerah, selalu mencoba bangkit, berjuang dan terus berjuang. Orang ini benar-benar mencapai puncak gunung tersebut.
Nah bagaimana dengan kita. Ketika kita melihat kehidupan yang ingin kita raih, apapun itu, sikap seperti apa yang kita pilih. Menjadi seorang quiter yang langsung menyerah dan berkata itu tidak mungkin untuk saya, menjadi seorang campers yang berhenti di tengah jalan setelah berbagai hal yang telah dilakukannya, atau menjadi climbers yang terus berjuang sampai kita meraih apa yang kita impikan?
"Suskes Memang Sulit, tapi Jauh Lebih Sulit Kalau Tidak Sukses"
(kata orang bijak)
Monday, November 17, 2008
My Mum is Amazing
Ku buka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
"Empat belas April dua puluh satu tahun yang lalu kakek saya meninggal. Seluruh keluarga termasuk kedua orang saya pulang kampung. Beberapa hari setelah pemakaman keluarga kami pulang ke Jakarta.
Saat itu ibu saya sedang hamil tua. Baru sampai di Purwokerto, ketuban Ibu sudah pecah. Sesampainya di Terminal Pulau Gadung, Jakarta seisi bus sudah basah oleh air ketubannya. Dengan panik, bapak menggendong ibu dan membawanya ke RS. Budi Asih Cililitan. Pihak RS tidak sanggup karena posisi bayi nyungsang alias tidak normal jadi tidak bisa dilakukan persalinan secara normal.
Ibu kemudian dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih. Operasi Cesar harus dilakukan. Ketika pihak keluarga bersama para tetangga datang, mereka mendapatkan bapak saya berdiri panik di depan pagar RS memegang sebuah kertas. Kertas itu berisi pernyataan yang harus ditandatangani untuk melakukan operasi. Beliau belum menandatanganinya karena tidak punya cukup uang untuk biaya operasi.
Alhamdulillah melalui bantuan dana dari keluarga dan tetangga, bapak menandatangani kertas tersebut. Operasi Cesar untuk mengeluarkan sang bayi pun dilakukan. Akhirnya pada tanggal 19 April 1987 pukul satu dinihari lahirlah seorang bayi laki-laki..Bayi yang kemudian diberi nama Chandra Prasetyo Utomo."
***
Itulah cerita terlengkap mengenai riwayat kelahiran saya yang saya dapatkan. Pakde saya menceritakannya seusai pengajian di rumah beberapa malam yang lalu. Selama Bapak dan Ibu naik haji, atau tepatnya selama empat puluh hari kedepan, setiap malam memang diadakan pengajian di rumah. Tak terbanyangkan dalam benak saya bagaimana ibu menahan rasa sakit, bagaimana kalutnya perasaan bapak, bagaimana repotnya keluarga dan tetangga pada saat menjelang kelahiran saya tersebut.
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Dtimang
Tlah Mengangkat Diri Ini
Jiwa Raga Dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan
(Melly G - Bunda)
Mengikhlaskan ke Tanah Suci
Saya jadi teringat hari kamis (13/11) pagi saat kami semua mengantar ibu dan bapak dari rumah ke asrama haji. Hampir semua orang menangis. Saya termasuk orang yang tidak menangis. Bahkan ketika ibu dan bapak mengumpulkan kami (saya dan kedua kakak perempuan saya) di kamar. Entah mengapa pesan-pesannya begitu dalam seolah ini adalah pesan yang terakhir. Bahkan ibu sampai membagikan semua warisannya kepada kami bertiga.
Saya memang tidak mau berpikir macam-macam. Saya hanya mau berpikir positif, bahkan cenderung pragmatis. Mereka berangkat haji, selama empat puluh hari disana, dan kembali menjadi haji yang mabrur. Sampai akhirnya seseorang menjelaskan bahwa melepas orang pergi haji itu seperti melepas selamanya. Harus siap dengan berbagai kemungkinan karena kita tidak akan bisa tahu apa yang akan terjadi di tanah suci. Barulah saya memahami mengapa terdapat isak tangis yang membesar ketika saya mengumandangkan adzan kamis pagi itu. Mungkin bagi sebagian orang, kumandang adzan tanda pelepasan ke tanah suci itu bagaikan kumandang adzan di liang lahat.
Harga Mati: Jadi Anak Shaleh!
Malam ini saya kembali mencoba untuk merefleksikan diri. Mengapa saya tidak bisa berpikir sampai sejauh itu? Terlalu cuek, dipusingkan dengan setumpuk amanah dan kuliah, atau sibuk di luar sampai lupa dengan keluarga sendiri? Sesuatu memang terasa begitu berarti saat sesuatu itu pergi. Entahlah, tapi sepertinya lebih menarik memikirkan bagaimana cara membahagiakan mereka sebelum terlambat.
Jadi pemilik bisnis internasional yang bebas waktu, bebas, uang, dan bebas pikiran sehingga bisa membangun istana yang megah atau mengajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang indah. Atau jadi peneliti kelas dunia yang mengukir namanya dalam sejarah peradaban dunia dengan tinta emas sehingga memberikan prestasi dan kebanggan yang luar biasa kepada mereka.
Saya sadar sebanyak apapun uang yang saya miliki nanti tidak akan sanggup membalas setetes keringat bapak, dan sebesar apapun prestasi yang bisa saya berikan tidak akan sanggup untuk membalas setetes air susu ibu. Yap, itu semua pasti jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan kepada saya. Semua itu semu karena hanya ada di dunia yang fana ini.
Kebahagiaan di akhirat haruslah menjadi prioritas. Menjadi anak shaleh yang mendoakan kedua orang tua, menyelamatkan dari adzab, dan membawa ke surga adalah jalannya. Seorang anak pasti tidak akan rela orang tuanya dibakar api neraka. Yap, menjadi anak yang shaleh sepertinya menjadi harga mati untuk setiap anak, tak terkecuali saya, yang ingin membahagiakan orang tuanya.
Selamat menjalankan haji Pak, Bu. Semoga Allah menerima ibadah kalian dan mempertemukan kita kembali di tanah air. Doakan kami menjadi anak yang shaleh dan istiqamah dengan keshalehan ini. Semoga Allah Yang Maha Penyayang mengumpulkan kita kembali di jannahNya kelak. Amin...
**
She makes me feel
Like I can do anything
and when she’s with me
there’s no where else, I’d rather be…
Then I wake up in the morning, she’s not there
And I realize she never was
And I’m still here in this lonely orphanage
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving
How I wish I had a Mom that’s amazing
Would be amazing
(Zaid Bikha - My Mum is Amazing)
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
"Empat belas April dua puluh satu tahun yang lalu kakek saya meninggal. Seluruh keluarga termasuk kedua orang saya pulang kampung. Beberapa hari setelah pemakaman keluarga kami pulang ke Jakarta.
Saat itu ibu saya sedang hamil tua. Baru sampai di Purwokerto, ketuban Ibu sudah pecah. Sesampainya di Terminal Pulau Gadung, Jakarta seisi bus sudah basah oleh air ketubannya. Dengan panik, bapak menggendong ibu dan membawanya ke RS. Budi Asih Cililitan. Pihak RS tidak sanggup karena posisi bayi nyungsang alias tidak normal jadi tidak bisa dilakukan persalinan secara normal.
Ibu kemudian dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih. Operasi Cesar harus dilakukan. Ketika pihak keluarga bersama para tetangga datang, mereka mendapatkan bapak saya berdiri panik di depan pagar RS memegang sebuah kertas. Kertas itu berisi pernyataan yang harus ditandatangani untuk melakukan operasi. Beliau belum menandatanganinya karena tidak punya cukup uang untuk biaya operasi.
Alhamdulillah melalui bantuan dana dari keluarga dan tetangga, bapak menandatangani kertas tersebut. Operasi Cesar untuk mengeluarkan sang bayi pun dilakukan. Akhirnya pada tanggal 19 April 1987 pukul satu dinihari lahirlah seorang bayi laki-laki..Bayi yang kemudian diberi nama Chandra Prasetyo Utomo."
***
Itulah cerita terlengkap mengenai riwayat kelahiran saya yang saya dapatkan. Pakde saya menceritakannya seusai pengajian di rumah beberapa malam yang lalu. Selama Bapak dan Ibu naik haji, atau tepatnya selama empat puluh hari kedepan, setiap malam memang diadakan pengajian di rumah. Tak terbanyangkan dalam benak saya bagaimana ibu menahan rasa sakit, bagaimana kalutnya perasaan bapak, bagaimana repotnya keluarga dan tetangga pada saat menjelang kelahiran saya tersebut.
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Dtimang
Nada Nada Yang Indah
Slalu Terurai Darinya
Tangisan Nakal Dari Bibirku
Takkan Jadi Deritanya
Tlah Mengangkat Diri Ini
Jiwa Raga Dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan
(Melly G - Bunda)
Mengikhlaskan ke Tanah Suci
Saya jadi teringat hari kamis (13/11) pagi saat kami semua mengantar ibu dan bapak dari rumah ke asrama haji. Hampir semua orang menangis. Saya termasuk orang yang tidak menangis. Bahkan ketika ibu dan bapak mengumpulkan kami (saya dan kedua kakak perempuan saya) di kamar. Entah mengapa pesan-pesannya begitu dalam seolah ini adalah pesan yang terakhir. Bahkan ibu sampai membagikan semua warisannya kepada kami bertiga.
Saya memang tidak mau berpikir macam-macam. Saya hanya mau berpikir positif, bahkan cenderung pragmatis. Mereka berangkat haji, selama empat puluh hari disana, dan kembali menjadi haji yang mabrur. Sampai akhirnya seseorang menjelaskan bahwa melepas orang pergi haji itu seperti melepas selamanya. Harus siap dengan berbagai kemungkinan karena kita tidak akan bisa tahu apa yang akan terjadi di tanah suci. Barulah saya memahami mengapa terdapat isak tangis yang membesar ketika saya mengumandangkan adzan kamis pagi itu. Mungkin bagi sebagian orang, kumandang adzan tanda pelepasan ke tanah suci itu bagaikan kumandang adzan di liang lahat.
Harga Mati: Jadi Anak Shaleh!
Malam ini saya kembali mencoba untuk merefleksikan diri. Mengapa saya tidak bisa berpikir sampai sejauh itu? Terlalu cuek, dipusingkan dengan setumpuk amanah dan kuliah, atau sibuk di luar sampai lupa dengan keluarga sendiri? Sesuatu memang terasa begitu berarti saat sesuatu itu pergi. Entahlah, tapi sepertinya lebih menarik memikirkan bagaimana cara membahagiakan mereka sebelum terlambat.
Jadi pemilik bisnis internasional yang bebas waktu, bebas, uang, dan bebas pikiran sehingga bisa membangun istana yang megah atau mengajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang indah. Atau jadi peneliti kelas dunia yang mengukir namanya dalam sejarah peradaban dunia dengan tinta emas sehingga memberikan prestasi dan kebanggan yang luar biasa kepada mereka.
Saya sadar sebanyak apapun uang yang saya miliki nanti tidak akan sanggup membalas setetes keringat bapak, dan sebesar apapun prestasi yang bisa saya berikan tidak akan sanggup untuk membalas setetes air susu ibu. Yap, itu semua pasti jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan kepada saya. Semua itu semu karena hanya ada di dunia yang fana ini.
Kebahagiaan di akhirat haruslah menjadi prioritas. Menjadi anak shaleh yang mendoakan kedua orang tua, menyelamatkan dari adzab, dan membawa ke surga adalah jalannya. Seorang anak pasti tidak akan rela orang tuanya dibakar api neraka. Yap, menjadi anak yang shaleh sepertinya menjadi harga mati untuk setiap anak, tak terkecuali saya, yang ingin membahagiakan orang tuanya.
Selamat menjalankan haji Pak, Bu. Semoga Allah menerima ibadah kalian dan mempertemukan kita kembali di tanah air. Doakan kami menjadi anak yang shaleh dan istiqamah dengan keshalehan ini. Semoga Allah Yang Maha Penyayang mengumpulkan kita kembali di jannahNya kelak. Amin...
**
She makes me feel
Like I can do anything
and when she’s with me
there’s no where else, I’d rather be…
Then I wake up in the morning, she’s not there
And I realize she never was
And I’m still here in this lonely orphanage
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving
How I wish I had a Mom that’s amazing
Would be amazing
(Zaid Bikha - My Mum is Amazing)
Tuesday, November 11, 2008
Smile Recognition in Recognition Event (2/4)
Day#2 Let's Enjoy The Game
"Chandra is studying for a bachelor's degree in computer science at the University of Indonesia. His dream is to become world-class researcher, and he has already experienced many research activities in the form of course assignments, research papers, and work experience. He has taken part in the Student Scientific Research Competition, which is held by the National Education Department of Indonesia, and in 2007 and 2008 he won a research grant in applied technology from the National Education Department. To further his learning, Chandra became a teaching assistant in several courses in his major, and he is a member the Enterprise Application Lab Microsoft Innovation Center University of Indonesia. For his master program, Chandra would like to study applied mathematics and computational science." (Student Roster Book)
That's my profile printed in the Student Roster Book KAUST Discovery Scholarship Recipient from Asia - Singapore November 8-9. Let's continue smiling :)
Smile#5 Enjoy Pan Pacific Room (1.30 am - 3 am)
Just check all the facilities. Bath room, LCD TV, power supply, internet, lamp, AC, mini bar, etc. Just for make sure that I can use all of them. I'm really interesting to read all material given in the seminar kit, include student biographies. Let's enjoy the comfortable room alone :)
Smile#6 Enjoy Singapore Scenery from Floor 21th (7 am - 10.30 am)
Let's open the wall to see how Singapore in the morning. Oh.. there's a beautiful view from Floor 21th Pan Pacific. Let's enjoy the beautiful scenery :)
Smile#7 Enjoy Trailer Holiday from Pan Pacific to NUS (11.05 am - 11.30 am)
When travel form Pan Pacific to NUS, the guide explain some place we see in right and left hand side. There's A1's sircuit, there's a shopping center, etc. Really crazy city coz there's so clean and beautiful.
Just like see trailer movie for the movie that not release yet. I have trailer holiday. See manythings but can't go in any place. Maybe this night or tommorrow night I will go there. Hopefully. Let's enjoy the city :)
Smile#8 Enjoy Ice Breaker (00.30 pm - 1.30 pm)
Smile#9 Enjoy IDP Explanation (1.30 pm - 4 pm)
They explain more detail about this scholarship. What we will get and what our responsibility. They also explain about Individual Development Program (IDP). Really exciting, this is what I need to improve my skill sets. Let's enjoy the program :)
Smile#10 Enjoy Mount Everest Simulation (7 pm - 9 pm)
Just listen the explanation of the simulation and make strategy how to make it done. This is team work simulation. Let's enjoy make strategy to do it in different country :)
Smile#11 Enjoy Reflection in Fountain of Wealth (10 pm - 11.30 pm)
I don't know Singapore event just a little of the city. I don't have Singapore Dollar. The nearest money changer that still open is in the Mustafa Center. Oh.. just walking down the street with Mas Afif, my senior in current university. Let's make a plan. Toninght we just walking down the street, enjoy the night, take picture in nice place, or other interesting activities. Tommorrow night we use a lot of money to shop.
There's a nice place to take a 'rest', Fountain of Wealth. Guiness Book of The Record mark it as The World's Largest Fountain. Under the moon light, between five big integated building, listen soft music concert, we talk about life as a adult person. Let's do great reflection :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


